Inspirasi Timur

 


 


PALOPO – Para pelajar di Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, sulit mendapatkan jaringan internet, mereka terpaksa harus belajar di pinggir jalan di atas pegunungan.

 

Andini salah seorang siswi SMK Negeri 1 Palopo setiap harinya mencari jaringan dengan berjalan kaki sejauh satu kilometer dari rumahnya menuju lokasi yang ada jaringan internet demi untuk mengikuti pembelajaran secara daring.

 

"Hanya disini yang ada jaringan internet meski kadang signalnya hilang yang penting bisa mengerjakan tugas karena kalau di tempat lain cukup jauh,” kata Andini, Senin (05/10/2020).

 

Menurut Andini, kendala yang mereka hadapi selain signal yang lemah, adalah cuaca hujan dan terik matahari sehingga kadang tugas yang dikerja harus tertunda.

 

"Kalau hujan jaringan sangat susah, apalagi kalau listrik padam sudah pasti tidak ada jaringan internet,  disini juga tidak ada tempat seperti pondok-pondok untuk berlindungmelainkan di bawah pohon, jadi kalau ada tugas dikerjakan besok lagi dilanjut saat kondisi cuaca baik," ucap Andini.

 

Ia menambahkan bahwa selain Pelajar tingkat SD, SMP, SMA bahkan Mahasiswa pun belajar daring di tempat.

 

"Disini biasa ada lebih dari 10 orang, kami datang kesini biasa pagi sampai siang, kadang sore bahkan malam juga kesini, dan kami berharap semoga cepat ada jaringan internet," ujar Andini.

 

Sementara salah seorang siswi SMP 7 Palopo,  Arini juga mengakui bahwa saat melakukan belajar online ia terpaksa harus meminjam Telepon Seluler (Ponsel)  milik keluarganya demi mengikuti belajar daring dan mengerjakan tigas-tugas sekolah.

 

"Untuk mengikuti belajar daring dan mengerjakan tugas saya harus pinjam Ponsel milik om saya, kalau sudah selesai baru dikembalikan lagi," tutur Arini.

 

Arini menambahkan sejak pembagian pulsa data dari Kementerian Pendidikan sudah terbagi, dirinya harus lebih giat belajar guna memanfaatkan pulsa data tersebut.

 

“Kalau pulsa sudah terbagi sesuai kuota hanya saja saya dan teman-teman lainnya terkendala dengan lemahnya jaringan dan ponsel harus dipinjam,” jelas Arini.

 

Sementara itu, Lurah Battang barat Muh. Ikhwan, mengatakan bahwa pelajar di Battang Barat belajar daring  harus mencari lokasi yang terjangkau signal di dua tempat.

 

"Ada dua tempat yang mereka tempati yaitu KM 20 dan KM 23 dan itupun jaringannya kurang baik, lokasinya jauh dari rumah mereka dan penuh resiko,” tutur Ikhwan.

 

Ikhwan menyebutkan bahwa sejak sistem digital diterapkan aktivitas kantornya seperti pelaporan dan absensi sidik jari harus dilakukan secara manual.

 

“Kadang absensi dan laporan yang harus dikirim secara daring terpaksa kami harus ke ibu kota dulu untuk melakukan penyesuaian atau mengirimnya, jadi kami disini sangat terkendala dengan kondisi jaringan internet. Kami sudah mengusulkan proposal pembangunan tower komunikasi ke Infokom tapi saat ini kami masih menunggu realisasinya,” sebut Ikhwan.

Previous Post Next Post