Massa Empat Desa Padati Pelantikan dan Pengukuhan Tim Pemenangan MTH-Budi di Pongkeru

SPACE PANJANG

 






LUWU TIMUR -   Desa Laskap, Pongkeru, Pasi-pasi dan Harapan, bukan sebuah jaminan empat desa dikecamatan Malili tersebut sudah dikuasai penuh dan menjadi basis suara Ibas-Rio di Pilkada Lutim tahun ini .
Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur, Muh Thoriq Husler-Budiman melantik dan mengukuhkan  LPPH Pemenangan MTH – Budiman di Pongkeru, Kamis (27/08/2020) malam.
Acara ini dihadiri ribuan warga dari empat desa di Kecamatan Malili yakni Desa Laskap, Pongkeru, Pasi-pasi dan Harapan.
Kehadiran empat desa ini menandakan warga menginginkan Husler kembali memimpin Luwu Timur dan Budiman menjadi wakilnya.
Selama empat jam acara ini berlangsung, terhitung dari pukul 20.00 Wita, banyak fakta-fakta yang tersaji diatas panggung , semakin menguatkan keinginan warga untuk memenangkan MTH-Budiman tidak bisa ditawar lagi.
H. Asdar salah satu tokoh masyarakat di Pongkeru, diatas panggung mengaku sudah tidak mau lagi kalah dalam Pilkada di Lutim. Ia mengaku sudah Lima Belas Tahun kalah terus setiap kali ada Pilkada. Tapi tahun ini dia tidak mau mengulangi lagi pengalaman buruk tersebut. makanya ia memilih dan mengajak warga serta kerabatnya mendukung Husler- Budiman .
”Baru kali ini saya mendukung Husler, sebelumnya saya selalu berlawanan, Lima tahun lalu saya memilih mendukung Nur Husein dan kalah , Tiga ekor kerbau saya jual untuk bantu pak NH waktu itu, itu pak Herdinang tahu persis , karena satu kubu saya dulu.” ujar Asdar disambut gelak tawa warga yang hadir.
Lanjut Asdar, terus, kenapa saya mendukung Pak Husler tahun ini karena saya malu, orang yang tidak saya dukung lima tahun lalu malah menerima saya tanpa dendam.Mau membantu warga yang tidak mendukungnya dengan ikhlas. Inilah yang membuat saya dan kawan-kawan lainnya sadar, Husler orang baik.” ucap Asdar. 
Ketua Koalisi besar MTH-Budiman, Amran Syam  dalam orasinya langsung menghentak pada persoalan harga diri . Kata Amran, Luwu Timur itu warganya punya marwah, punya harga diri. Dan harga diri ini tidak bisa ditukar dengan beras seberat lima kilo gram. Di Laskap, Pongkeru, Pasi-Pasi dan Harapan sampai detik ini tidak ada warga yang mati kelaparan karena tak punya beras.
”Jangan bikin malu kampung kita karena hasrat ingin berkuasa lima tahun menukarnya dengan 5 Kg beras, jika memang anda berjiwa sosial yang tinggi alangkah bagusnya beras itu diberikan pada panti asuhan dan anak yatim piatu, itu lebih berkah.” ungkap Amran Syam.
Herdinang, mewakili Mahading selaku ketua Tim Pemenangan Kabupaten Luwu Timur, mengatakan, Lima bulan yang lalu semua orang bilang Husler baik. Nyaris tidak ada cela. Lantas kapan tiba-tiba Husler menjadi dibuly dan dijelek-jelekkan. Jawabannya sejak mereka-mereka disana tidak dipilih pak Husler untuk menjadi wakilnya.
”Sejak itulah Husler dijelekan dimana-mana , kenapa harus dijelek-jelekkan, karena mereka menganggap dengan mengubar kejelekan pak Husler masyarakat terpedaya dan elektibilitas Husler jatuh.Lagi-lagi jurus mereka itu gagal total, karena masyarakat Lutim sudah cerdas , mampu membandingkan fakta sebenarnya . Semakin difitnah, dijelek-jelekkan dukungan ke Husler makin menguat, buktinya malam ini di Pongkeru, siapa menyangka bisa sebanyak ini warga mendukung MTH-Budiman.” terang Herdinang.
Jika ingin melihat orang yang berjiwa kesatria dan politisi sejati, malam ini ada orangnya ditengah-tengaj kita, yaitu Amran Syam dan Usman Sadik. Dua putra Lutim ini juga ingin menjadi wakil bupati berdampingan dengan Husler. Ketika mereka tahu tidak dipilih Husler, keduanya malah bergabung dan menjadi ujung tombak memenangkan Husler-Budiman . ” Ini contoh manusia yang baik, bukan ambisi kekuasaan.” tandas Herdinang.
Najamuddin, Anggota DPRD Lutim, dalam orasinya mengatakan, Hanya Luwu Timur daerah di Indonesia yang bisa menjalankan program beasiswa satu periode pemerintahan bahkan mau ditingkatkan lagi. Kabupetn Nias pernah ada itu hanya bertahan satu setengah tahun. Morowali juga pernah ada hanya berjalan 8 bulan, Luwu Timur sampai sekarang masih jalan bahkan masih ingin dilanjutkan dan ditingkatkan.” Siapa bupatinya ini, ya Pak Husler.” ucap Naja
Dengan keberhasilan pak Husler mempertahankan program beasiswa ini sehingga banyak kabupaten diluar Luwu Timur datang ke Lutim untuk mengadopsi program beasiswa yang sudah diterapkan di Luwu Timur. Jika orang luar menganggap kita terbaik kenapa kita tidak, makanya tidak ada alasan lagi selain Lanjutkan Pak Husler.
Husler dalam pidatonya mengatakan tidak menyangka Laskap, Pongkeru,Pasi-Pasi dan Harapan ternyata menaruh harapan besar untuk kemenangan di 9 Desember nanti. 
”Saya mendapat info sebelumnya, katanya empat desa ini sudah habis, semua sudah dikuasai pihak sebelah, fakta malam ini empat desa ini mayoritas warganya masih solid ke MTH -Budiman, terimakasih bapak ibu sekalian termasuk anak mudanya, terima kasih dukungannya.”  ungkap Husler sambil melambaikan tangannya.
Husler melihat aura kemenangan MTH -Budiman sangat jelas tergambar malam ini. Meski demikian Husler mengajak warga untuk tidak sombong, jangan mengintimidasi warga karena beda pilihan, kita di MTH-Budiman sudah sepakat melaksanakan Pilkada ini dengan santun. Kita harus mempertahankan sistem demokrasi kita dengan baik dan berwibawa. Kita tidak pakai beras untuk mengangkat populeritas dan elektibilitas, kita tidak sembarang menebar janji .yang kita lakukan adalah menyuguhkan fakta yang sudah ada dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
” Untuk itu, tim yang sudah dilantik ini teruslah bekerja, jaga kekompakkan, dan jangan lupa berdoa, karena seperti apapun upaya kita tetap kita harus percaya ada yang lebih kuasa dari kita yaitu Allah.” tutup Husler.
Previous Post Next Post