SPACE PANJANG

 







PALOPO  – Aksi bersih dengan memungut sampah atau World Cleanup Day 2019 hari ini Sabtu (21/09/2019) digelar serentak di seluruh dunia, pelaksanaan aksi ini di Kota Palopo digelar di sejumlah titik mulai pagi hingga sore hari.

Aksi ini dilakukan oleh relawan dari berbagai kalangan mulai dari Pegawai Negeri Sipil lingkup pemerintah Kota Palopo, pelajar, mahasiswa dan instansi swasta, dengan suka rela bergotong royong membersihkan sampah di beberapa titik seperti area Kantor Walikota Palopo, area Pasar Andi Tadda, area wisata Labombo dan Pelabuhan Tanjung Ringgit.


Wakil Wali Kota Palopo, Rahmat Masri Bandaso mengatakan bahwa penanganan sampah di Kota Palopo belum maksimal dengan banyaknya produksi sampah dari masyarakat sebanyak 53 ton.

“Setiap hari rata-rata produksi sampah mencapai 53 ton dan ini penanganannya memang dirasakan belum terlalu optimal karena infrastruktur masih terbatas, tetapi dengan kegiatan ini masyarakat diajak untuk ikut serta untuk menangani sampah bukan hanya instansi terkait,” kata Rahmat saat dikonfirmasi di depan kantor Wali Kota Palopo, Sabtu (21/09/2019).

Aksi bersih sampah di pelabuhan Tanjung Ringgit Palopo yang dilakukan para relawan berhasil mengumpulkan sampah plastik dan batang pohon yang terbawa air sungai. Ratusan kantong sampah plastik berhasil dipungut untuk dikumpul kembali guna dilakukan pendauran ulang, dan sebagian akan dikumpulkan untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir sampah.

Koordinator aksi World Cleanup Day 2019 Dokter Fadli mengatakan bahwa aksi ini diikuti 68 komunitas dari berbagai kalangan denganjumlah 1.284 orang  dengan tujuan kedepan dilakukan aksi ini agar masyarakat setiap daerah mengerti tentang apa itu sampah dan bagaimana menjaga kelestarian lingkungan.

“Harapan kedepan adalah aksi ini bukan hanya berlangsung sehari tetapi sebagai wadah untuk menjaga kebersihan lingkungan hidup,” ucapnya.

Menurut Fadli, hasil pengumpulan sampah yang dilakukan para relawan umumnya sampah plastik berupa botol dan gelas minuman kemasan.

“Sampah-sampah plastik ini dibuang masyarakat dan banyak yang terkumpul di bibir pantai hingga ke laut yang menyebabkan kerusakan lingkungan terutama biota laut,” ujarnya.

Aksi bersih sampah bagi salah seorang relawan Rival Carwa mengatakan bahwa aksi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena dengan membersihkan sampah terutama di area Pelabuhan Tanjung Ringgit dapat menyelamatkan hewan yang hidup di area tersebut dan membantu warga yang pekerjaannya sebagai nelayan.

“Kita ketahui bahwa dengan membersihkan sampah di area ini pengunjung bisa menghirup udara segar, apalagi disini adalah daerah yang dihuni nelayan yang mata pencahariannya salah satunya misalnya sebagai pencari Kepiting dan Ikan di muara, nah dengan membersihkan area ini dapat membuat biota perairan berkembang biak dengan semestinya sehingga nelayan yang hidup di daerah tersebut penghasilannya dapat meningkat,” tuturnya 

Previous Post Next Post