Inspirasi Timur

 



PALOPO – Warga net di kota Palopo, Sulawesi Selatan, dihebohkan dengan video viral tentang Ikan Masak yang dibeli warga mengandung lalat.

Video yang menampilkan ikan masak tersebut dikerumuni ulat, ikan tersebut dibeli warga di duga di salah satu lokasi pusat penjualan makanan dan minuman Pasar Ramadan Lagota.


Dalam video terlihat bahwa ikan tersebut mengandung ulat bahkan pembeli sudah memakan,sebagian, beruntung ikan tersebut belum diberikan pada anaknya yang berumur satu tahun.

Video tersebut diunggah oleh pemilik akun Facebook bernama Unyaurel pada Rabu (08/05/2019).

Dalam unggahannya yang terdiri 2 buah video yang masing-masing berdurasi  1 menit 28 detik, dan video kedua berdurasi 13 detik, dengan caption bertuliskan yach Allah sungguh terlalu ini orang yang jual ikan berulat begini,,1 ekor lalo mhe kasian ikanx saya makan sama anakku baru saya lihat ada ulatnya sampai muntahku juga ada ulatx......”

Hingga saat ini video itu telah ditonton sebanyak lebih dari 29.328 tayangan, 234 komentar dan telah dibagikan sebanyak 503 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

Menanggapi hal tersebut Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja dan Olah Raga Dinas Kesehatan Kota Palopo, Cheria Amalia mengatakan bahwa hasil pemantauan penjualan Makanan di Pasar Ramadan Lagota umumnya pedagang tidak menutup dagangannya atau terbuka sehingga mudah dimasuki ulat.

“Makanan-makanan yang dijual disini itu umumnya rata-rata terbuka, jadi kami sudah mendatangi para pedagang dan mengimbau untuk menutup semua makanan-makanan yang mereka jual, apalagi disini tempat terbuka banyak debu,” ucapnya.


Sementara Kepala kantor Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) kota Palopo, Nurtati Rahman mengatakan bahwa pada prinsipnya makanan tersebut tidak memenuhi syarat untuk dimakan karena ada ulat.

“Ulat itukan tidak boleh ada dalam makanan karena menjijikan, terkait dengan makanan itu bukan bahan berbahaya tetapi itu sudah kotor, jadi tidak layak untuk dimakan,” katanya saat melakukan sidak di lokasi penjualan makanan Lagota Palopo, Kamis (09/05/2019).  

“Jadi kemungkinan besar mungkin penyimpanannya yang tidak bagus, sehingga ada ulat, jadi penjualnya yang tidak mengikuti tips-tips penyimpanan makanan,” tambahnya.

Nurtati mengimbau kepada konsumen agar menjadi konsumen yang cerdas, memperhatikan bau rasa, tekstur dan jangan tergiur dengan harga yang murah.


Previous Post Next Post