LUWU – PT Masmindo Dwi Area (MDA) bersama Pemerintah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, menggelar latihan bersama dan simulasi kesiapsiagaan menghadapi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Latimojong.
Kegiatan yang berlangsung di area Kantor Kecamatan Latimojong tersebut melibatkan lebih dari 80 peserta dari 12 desa. Simulasi ini bertujuan memperkuat kesiapan masyarakat dan koordinasi lintas sektor dalam mengantisipasi potensi bencana, terutama di tengah ancaman kekeringan dan kebakaran lahan.Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, Andi Baso Tenriesa, mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah dan MDA dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
“Kami mengapresiasi kolaborasi BPBD Kabupaten Luwu dan PT Masmindo Dwi Area dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kekeringan dan karhutla di Kecamatan Latimojong,” kata Andi Baso dalam keterangan tertulis, Senin (19/10/2026).
Ia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kesiapan personel maupun masyarakat dan ditindaklanjuti melalui aksi nyata di lapangan.
Menurut dia, sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan daerah yang tangguh menghadapi bencana.
### Perkenalkan sistem pemantauan titik api
Dalam kegiatan tersebut, tim MDA memperkenalkan sistem pemantauan titik api atau *hotspot* berbasis satelit yang dapat diakses melalui komputer maupun perangkat seluler.
Sistem tersebut dilengkapi fitur peringatan otomatis apabila terdeteksi titik api, baik di dalam wilayah Kontrak Karya MDA maupun di area sekitarnya hingga radius 35 kilometer.
Selain pengenalan teknologi pemantauan, tim Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Emergency Response Team (ERT) MDA memberikan pelatihan penanganan korban luka bakar.
Sementara itu, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Latimojong dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Luwu memberikan materi mengenai pencegahan serta penanganan kebakaran lahan.
Peserta juga mengikuti praktik lapangan berupa simulasi teknik pemadaman api yang dipandu petugas pemadam kebakaran.
### Warga usulkan percepatan pembentukan Destana
Kegiatan tersebut turut diikuti perwakilan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang telah terbentuk di 10 desa, personel Perlindungan Masyarakat (Linmas), tokoh agama, pemuda, kelompok ibu-ibu, kepala desa, serta perwakilan organisasi perangkat daerah dan unsur Muspika Latimojong.
Dalam sesi diskusi, peserta menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi masyarakat dalam mengantisipasi kekeringan dan karhutla. Mereka juga berbagi informasi mengenai praktik pembakaran lahan yang masih ditemukan di masyarakat serta upaya pencegahan berdasarkan kearifan lokal.
Salah satu usulan yang mengemuka ialah mempercepat pembentukan kelompok Destana di desa-desa yang belum memilikinya, terutama di wilayah terluar seperti Desa Tabang.
KTT MDA, Mustafa Ibrahim, mengatakan kolaborasi lintas sektor penting untuk memperkuat mitigasi bencana.
“Kepedulian bersama dan kesiapsiagaan menjadi kunci untuk mencegah risiko bencana serta melindungi masyarakat dan lingkungan, khususnya di Kecamatan Latimojong,” ujar Mustafa.
### Bagikan 15 banner edukasi karhutla
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, MDA menyerahkan 15 banner edukasi berukuran besar untuk dipasang di seluruh desa dan kantor-kantor Muspika Kecamatan Latimojong.
Sebagai tindak lanjut, BPBD Kabupaten Luwu meminta camat dan seluruh kepala desa menyusun serta menyerahkan rencana aksi penanggulangan karhutla di wilayah masing-masing.
Para pihak juga akan melakukan evaluasi bersama yang dikoordinasikan BPBD untuk meninjau pelaksanaan kegiatan dan mengidentifikasi peluang menggelar kegiatan serupa di kecamatan lain.
Melalui latihan bersama tersebut, pemerintah daerah, MDA, aparat, dan masyarakat diharapkan semakin siap melakukan deteksi dini, pencegahan, serta penanganan awal apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Latimojong.

No comments:
Post a Comment