Notification

×

Iklan

INSPIRASI TIMUR INDONESIA

Iklan

Indeks Berita

Aliansi Pekerja Lokal Luwu Datangi Polres, Desak Pemalangan di Rante Balla Dibuka

Monday, 12 October 2026 | October 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-13T00:27:58Z

LUWU – Aliansi Karyawan Lokal Awak Mas Project (AKAL AMP) PT Masmindo Dwi Area (MDA) mendatangi Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Luwu, Sulawesi Selatan, Senin (12/10/2026) sore.




Kedatangan mereka dipicu keresahan atas pemalangan jalan menuju lokasi kerja di site Awak Mas, Rante Balla, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu. Pemalangan tersebut disebut menghambat akses ribuan pekerja menuju tempat kerja.


Para karyawan lokal khawatir kondisi itu berdampak terhadap aktivitas operasional perusahaan hingga mengancam keberlangsungan pekerjaan dan penghasilan mereka.

Jenderal Lapangan AKAL AMP, Anggi Al Jihad Al Ghazali, mengatakan pemalangan jalan membuat ribuan pekerja tidak dapat mengakses lokasi kerja sebagaimana mestinya.


"Ada ribuan pekerja yang tidak bisa masuk kerja akibat pemalangan ini. Olehnya itu, kami meminta pihak terkait mengambil tindakan agar blokade bisa dibuka," kata Anggi.


Menurut Angg, persoalan tersebut harus segera ditangani agar tidak berlarut-larut dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap para pekerja lokal.


Anggi mengaku khawatir apabila pemalangan berlangsung selama beberapa hari, perusahaan berpotensi mengambil kebijakan merumahkan karyawan karena aktivitas pekerjaan terganggu.


"Pemalangan yang baru berlangsung sekarang saja sudah ada rencana kami akan dirumahkan, apalagi jika berlangsung berhari-hari. Tidak menutup kemungkinan kami semua akan dirumahkan," ungkapnya.


Khawatir penghasilan keluarga terganggu

Anggi menjelaskan, pekerjaan di Proyek Awak Mas menjadi salah satu sumber penghasilan para pekerja lokal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menghidupi keluarga.


Karena itu, ketidakpastian aktivitas kerja akibat terhambatnya akses menuju lokasi proyek menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi para karyawan.


Mereka khawatir kehilangan pekerjaan apabila situasi tersebut tidak segera menemukan jalan keluar.


"Apalagi dalam kondisi yang tidak menentu seperti sekarang, kehilangan pekerjaan adalah hal yang tidak kami inginkan. Pekerjaan ini sangat membantu perekonomian keluarga kami," tuturnya.


Anggi menyayangkan apabila persoalan tersebut tidak segera mendapat perhatian dan penyelesaian dari pemerintah maupun pihak terkait.


Menurut dia, diperlukan langkah konkret untuk membuka kembali akses jalan sekaligus mencari solusi atas persoalan yang melatarbelakangi pemalangan.


Ia berharap pihak-pihak terkait segera berkoordinasi agar para pekerja lokal dapat kembali menjalankan aktivitas kerja tanpa dihantui kekhawatiran kehilangan sumber penghasilan.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update