Notification

×

Iklan

INSPIRASI TIMUR INDONESIA

Iklan

Indeks Berita

Cerita Pemilik Mario Water di Luwu Setelah Ikut Pelatihan UMKM PT Masmindo Dwi Area

Monday, 5 October 2026 | October 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-05T11:22:47Z

LUWU – Misbahul Umam, pemilik depot air minum Mario Water di Desa Kadong-kadong, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mengaku baru menyadari kesalahan dalam mengelola keuangan usahanya.

Selama menjalankan usaha sejak 2020, Misbahul terbiasa mencampurkan uang hasil usaha dengan uang untuk kebutuhan pribadi.


Kebiasaan tersebut membuatnya tidak memiliki pencatatan keuangan yang jelas.


Kesadaran itu muncul setelah Misbahul mengikuti pelatihan Resota UMKM 2026 yang digelar PT Masmindo Dwi Area (MDA) di Hotel Borneo, Belopa, pada 22-26 September 2026.


" Saya baru tahu, masalah yang selama ini saya lakukan mencampuradukkan uang usaha dan uang pribadi, sehingga tidak ada pencatatan keuangan. Padahal idealnya tidak boleh," kata Misbahul, Jumat (2/10/2026).


Pelatihan tersebut diikuti 42 pelaku UMKM dari 21 desa yang berada di wilayah operasional MDA di Kabupaten Luwu.


Menurut Misbahul, salah satu materi yang paling relevan dengan kebutuhan usahanya adalah pengelolaan arus kas atau cash flow.


Ia mengatakan, materi yang diberikan tidak hanya membahas konsep, tetapi juga disertai praktik sehingga peserta dapat langsung memahami penerapannya dalam usaha.


"Peserta tidak hanya diberi konsep, tetapi juga diajari cara menerapkannya secara teknis. Itu relevan dengan kebutuhan para pelaku UMKM saat ini," ujarnya.


Belajar menghitung HPP dari usaha air galon


Dalam pelatihan tersebut, Misbahul juga mendapat pemahaman mengenai cara menghitung harga pokok produksi (HPP).


Materi tersebut disampaikan akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas), Naufal Muhammad Aksah, yang merupakan dosen Departemen Ilmu Ekonomi Unhas.


Menurut Misbahul, materi menjadi lebih mudah dipahami karena contoh yang digunakan berkaitan langsung dengan usaha yang dijalankannya.


Usaha air minum isi ulang miliknya bahkan dijadikan salah satu contoh kasus dalam pembahasan.


Naufal menjelaskan bahwa HPP merupakan total biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan suatu produk sebelum ditambahkan dengan keuntungan.


"Materi arus kas sangat membantu, termasuk bagaimana menghitung HPP. Kami diberikan contoh yang sesuai dengan kondisi usaha sehingga lebih mudah dipahami," kata Misbahul.


Selain pengelolaan keuangan dan arus kas, peserta mendapat materi mengenai pondasi usaha, branding, pemasaran dan promosi, serta pengurusan perizinan dan sertifikasi.


Pelatihan tersebut diselenggarakan MDA bersama Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kabupaten Luwu.


MDA juga menggandeng Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unhas serta FEB Universitas Muhammadiyah Palopo sebagai mitra.


Berharap masuk 10 besar


Setelah mengikuti pelatihan, Misbahul masih menunggu pengumuman apakah usahanya masuk dalam 10 UMKM terpilih.


" Terkait masuk 10 besar atau tidak, kami semua peserta masih menunggu," ujarnya.


Sepuluh UMKM yang terpilih nantinya akan mendapatkan paket bantuan modal dari MDA.


Misbahul telah menyiapkan rencana apabila Mario Water masuk dalam daftar tersebut.


Ia berencana menggunakan bantuan tersebut untuk meningkatkan kendaraan operasional dari sepeda motor menjadi kendaraan roda empat.


Selama ini, distribusi air minum kepada pelanggan masih dilakukan menggunakan sepeda motor.


"Rencana penggunaan modal jika lolos 10 besar, saya ingin menggunakan dana tersebut untuk upgrade kendaraan operasional saya, dari roda dua ke roda empat. Mengingat selama ini saya mengantar galon menggunakan motor," katanya.


Namun, Misbahul juga menyiapkan alternatif lain apabila dana yang diterima belum mencukupi untuk membeli kendaraan roda empat.


Ia mempertimbangkan mengembangkan usaha dengan memproduksi es kristal menggunakan mesin khusus.


"Tapi jika tidak memungkinkan, saya ingin diversifikasi saja ke usaha es kristal dengan membeli mesin es tersebut. Namun sumber airnya tetap depot galon saya," ujarnya.


Setelah pelatihan selesai, perkembangan usaha para peserta akan dipantau oleh MDA bersama Forum Desa (Fordes) Matappa.


Bagi Misbahul, pelatihan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga membuatnya mulai mengevaluasi cara mengelola usaha yang selama ini dijalankan.


Ia kini menyadari bahwa pemisahan keuangan pribadi dan keuangan usaha merupakan salah satu hal penting dalam mengembangkan bisnis.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update