Notification

×

Iklan

INSPIRASI TIMUR INDONESIA

Iklan

Indeks Berita

Tata Kelola Air Jadi Kunci Panen Raya Padi di Tengah Kekeringan di Luwu

Thursday, 1 October 2026 | October 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-01T00:37:23Z

LUWU– Panen raya padi di Desa Balla, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, menjadi bukti bahwa pengelolaan air dan kolaborasi lintas sektor mampu menjaga produktivitas pertanian di tengah musim kemarau dan kekeringan.

Panen raya dan syukuran  yang berlangsung Rabu (30/9/2026) tersebut juga menjadi momentum evaluasi sekaligus persiapan menghadapi musim tanam berikutnya.


Pemerintah Kabupaten Luwu memastikan pengelolaan air dan mitigasi kekeringan akan terus dilakukan untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian.


Kepala Bidang Prasarana dan Sarana (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, Hidayat Ilyas, mengatakan keberhasilan panen di Desa Balla tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa hingga penyuluh pertanian dan pengelola sumber daya air.


“Yang pasti, hari ini kita di Desa Balla, Kecamatan Bajo. Alhamdulillah, luar biasa. Masyarakat bersama seluruh jajaran dan multi-stakeholder bertudang sipulung,” kata Hidayat saat ditemui di lokasi panen raya, Rabu.


Menurut dia, kolaborasi tersebut melibatkan penyuluh pertanian, petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (OPT), camat, pengelola sumber daya air, Kementerian Pertanian, pemerintah desa, hingga PT Masmindo Dwi Area (MDA).


Hidayat mengatakan, meski wilayah tersebut dilanda kekeringan, hasil panen petani Desa Balla justru menunjukkan peningkatan dibandingkan panen sebelumnya.


“Walaupun kita dilanda kekeringan, alhamdulillah panen yang dirasakan keluarga di sini hasilnya melebihi dari panen sebelumnya,” ujarnya.

 

Tata kelola air jadi kunci

Hidayat menyebut tata kelola dan distribusi air menjadi salah satu faktor penting yang membuat tanaman padi tetap mendapatkan pasokan air selama musim kemarau.


Menurut dia, pemerintah desa bersama pihak pengelola sumber daya air terus mengatur distribusi air agar dapat menjangkau lahan pertanian.


“Tata kelola air di sini luar biasa. Pak Desa bersama teman-teman dari PSDA, distribusi air hari ini walaupun dinamikanya begitu panjang, itu bisa terasa dan hasilnya bisa optimal,” katanya.


Keberhasilan tersebut, lanjut Hidayat, menjadi modal bagi pemerintah dan petani untuk menyiapkan musim tanam berikutnya.


Hasil tudang sipulung atau musyawarah bersama petani dan para pemangku kepentingan juga telah menghasilkan kesepakatan mengenai jadwal turun sawah hingga penanaman yang dijadwalkan 23 November - 20 Desember.


“Yang pasti penanaman ini tidak lewat dari bulan Desember 2026. Dan itu melibatkan semua stakeholder,” kata Hidayat.

 

Mitigasi kekeringan disiapkan sejak awal

Untuk musim tanam berikutnya, Dinas Pertanian Luwu akan memperkuat langkah mitigasi kekeringan dengan memetakan titik-titik yang membutuhkan intervensi.


Hidayat mengatakan, langkah tersebut telah diarahkan pimpinan dan mulai dilakukan bersama jajaran penyuluh pertanian.


“Untuk musim tanam ini, kita sudah mendapat arahan dan petunjuk dari pimpinan. Jauh hari sebelumnya kita sudah ada upaya mitigasi,” ujarnya.


“Mitigasi itu sudah ada arahan dari pimpinan. Kita kolaborasi dengan penyuluh pertanian untuk melihat titik-titik yang bisa kita intervensi untuk mengantisipasi itu semua,” sambungnya.


Ia berharap pola kolaborasi yang telah berjalan di Desa Balla dapat terus dipertahankan, termasuk dukungan dari berbagai pihak terhadap masyarakat petani.


Hidayat juga mengapresiasi perhatian PT Masmindo Dwi Area (MDA) terhadap masyarakat di wilayah tersebut.


“Semoga di musim tanam yang selanjutnya ini, harapan-harapan kita bisa terwujud. Sehingga ujung dari semua yang kita lakukan ini, keluarga petani menjadi jauh lebih baik dan peningkatan kesejahteraan bisa bertambah,” tuturnya.


Terkait kondisi cuaca, Hidayat mengatakan kekeringan yang terjadi saat ini merupakan bagian dari dinamika yang sebelumnya telah diperingatkan melalui informasi cuaca.


Ia berharap kondisi kemarau segera berakhir sehingga hujan dapat kembali turun dan membantu pemenuhan kebutuhan air bagi sektor pertanian.


“Semoga ini klimaks dari semuanya dan di beberapa hari berikutnya bisa turun. Semoga itu menjadi berkah bagi masyarakat ketika hujan sudah mulai turun,” pungkasnya.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update