LUWU– Panen raya padi di Desa Balla, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, menjadi bukti bahwa pengelolaan air dan kolaborasi lintas sektor mampu menjaga produktivitas pertanian di tengah musim kemarau dan kekeringan.
Panen raya dan syukuran yang
berlangsung Rabu (30/9/2026) tersebut juga menjadi momentum evaluasi sekaligus
persiapan menghadapi musim tanam berikutnya.
Pemerintah Kabupaten Luwu memastikan
pengelolaan air dan mitigasi kekeringan akan terus dilakukan untuk menjaga
keberlanjutan produksi pertanian.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana
(PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, Hidayat Ilyas, mengatakan keberhasilan
panen di Desa Balla tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari
pemerintah desa hingga penyuluh pertanian dan pengelola sumber daya air.
“Yang pasti, hari ini kita di Desa Balla, Kecamatan Bajo. Alhamdulillah, luar biasa. Masyarakat bersama seluruh jajaran dan multi-stakeholder bertudang sipulung,” kata Hidayat saat ditemui di lokasi panen raya, Rabu.
Menurut dia, kolaborasi tersebut
melibatkan penyuluh pertanian, petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan
(OPT), camat, pengelola sumber daya air, Kementerian Pertanian, pemerintah
desa, hingga PT Masmindo Dwi Area (MDA).
Hidayat mengatakan, meski wilayah
tersebut dilanda kekeringan, hasil panen petani Desa Balla justru menunjukkan
peningkatan dibandingkan panen sebelumnya.
“Walaupun kita dilanda kekeringan,
alhamdulillah panen yang dirasakan keluarga di sini hasilnya melebihi dari
panen sebelumnya,” ujarnya.
Tata
kelola air jadi kunci
Hidayat menyebut tata kelola dan
distribusi air menjadi salah satu faktor penting yang membuat tanaman padi
tetap mendapatkan pasokan air selama musim kemarau.
Menurut dia, pemerintah desa bersama
pihak pengelola sumber daya air terus mengatur distribusi air agar dapat
menjangkau lahan pertanian.
“Tata kelola air di sini luar biasa.
Pak Desa bersama teman-teman dari PSDA, distribusi air hari ini walaupun
dinamikanya begitu panjang, itu bisa terasa dan hasilnya bisa optimal,”
katanya.
Keberhasilan tersebut, lanjut
Hidayat, menjadi modal bagi pemerintah dan petani untuk menyiapkan musim tanam
berikutnya.
Hasil tudang sipulung atau
musyawarah bersama petani dan para pemangku kepentingan juga telah menghasilkan
kesepakatan mengenai jadwal turun sawah hingga penanaman yang dijadwalkan 23 November - 20
Desember.
“Yang pasti penanaman ini tidak
lewat dari bulan Desember 2026. Dan itu melibatkan semua stakeholder,” kata
Hidayat.
Mitigasi
kekeringan disiapkan sejak awal
Untuk musim tanam berikutnya, Dinas
Pertanian Luwu akan memperkuat langkah mitigasi kekeringan dengan memetakan
titik-titik yang membutuhkan intervensi.
Hidayat mengatakan, langkah tersebut
telah diarahkan pimpinan dan mulai dilakukan bersama jajaran penyuluh
pertanian.
“Untuk musim tanam ini, kita sudah
mendapat arahan dan petunjuk dari pimpinan. Jauh hari sebelumnya kita sudah ada
upaya mitigasi,” ujarnya.
“Mitigasi itu sudah ada arahan dari
pimpinan. Kita kolaborasi dengan penyuluh pertanian untuk melihat titik-titik
yang bisa kita intervensi untuk mengantisipasi itu semua,” sambungnya.
Ia berharap pola kolaborasi yang
telah berjalan di Desa Balla dapat terus dipertahankan, termasuk dukungan dari
berbagai pihak terhadap masyarakat petani.
Hidayat juga mengapresiasi perhatian
PT Masmindo Dwi Area (MDA) terhadap masyarakat di wilayah tersebut.
“Semoga di musim tanam yang
selanjutnya ini, harapan-harapan kita bisa terwujud. Sehingga ujung dari semua
yang kita lakukan ini, keluarga petani menjadi jauh lebih baik dan peningkatan
kesejahteraan bisa bertambah,” tuturnya.
Terkait kondisi cuaca, Hidayat mengatakan
kekeringan yang terjadi saat ini merupakan bagian dari dinamika yang sebelumnya
telah diperingatkan melalui informasi cuaca.
Ia berharap kondisi kemarau segera
berakhir sehingga hujan dapat kembali turun dan membantu pemenuhan kebutuhan
air bagi sektor pertanian.
“Semoga ini klimaks dari semuanya
dan di beberapa hari berikutnya bisa turun. Semoga itu menjadi berkah bagi
masyarakat ketika hujan sudah mulai turun,” pungkasnya.

No comments:
Post a Comment