LUWU – Sebanyak 42 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari 21 desa di wilayah operasional PT Masmindo Dwi Area (MDA) mengikuti pelatihan pengembangan usaha pada 22–26 September 2026.
Pelatihan tersebut mendapat apresiasi dari para peserta karena dinilai memberikan wawasan baru mengenai pengelolaan dan pengembangan usaha.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT MDA, khususnya Pilar Jaga Masa Depan Desa melalui Forum Desa (Fordes) Matappa.
Program tersebut dilaksanakan berdasarkan aspirasi masyarakat desa dan ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM.
Salah seorang peserta, Siti Munawara, mengatakan materi yang diberikan selama pelatihan membantunya memahami berbagai aspek penting dalam menjalankan usaha.
“Materinya sangat bermanfaat. Kami diajak tidak hanya fokus pada produk, tetapi juga memahami pelanggan, kondisi usaha, biaya dan keuntungan. Ini membuat kami lebih memahami usaha sendiri,” ujar Siti.
Peserta lainnya, Usnul, mengatakan materi mengenai diagnosis masalah usaha dan penyusunan prioritas untuk tiga bulan ke depan menjadi salah satu hal yang paling berkesan.
Menurut dia, materi tersebut membantu pelaku UMKM mengidentifikasi persoalan utama dan menentukan masalah yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
“Selama ini kalau ada masalah dalam usaha, terkadang kita bingung mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Di sini kami diajarkan melihat masalah yang paling utama dan menentukan langkah apa yang harus dilakukan,” ungkapnya.
Ia menilai penyusunan prioritas tiga bulan penting agar pengelolaan usaha menjadi lebih tertata. Menurutnya, meski usaha yang dijalankan masih berskala kecil, manajemen tetap diperlukan.
“Kami juga diajarkan membuat prioritas untuk tiga bulan ke depan. Setelah mengikuti pelatihan ini, kami punya gambaran apa yang harus dilakukan. Terima kasih kepada PT Masmindo dan para pemateri karena sudah memberikan ilmu yang sangat bermanfaat bagi kami,” tuturnya.
Sementara itu, peserta lainnya, Herti, mengaku memperoleh pemahaman baru tentang cara melihat dan mengembangkan usaha.
Ia mengatakan, selama bertahun-tahun menjalankan usaha, dirinya lebih banyak berfokus pada bagaimana usaha tetap berjalan tanpa menerapkan manajemen secara optimal.
“Bertahun-tahun saya menjalankan usaha tanpa menerapkan manajemen yang baik. Saya hanya fokus bagaimana usaha tetap berjalan, tetapi ternyata banyak hal yang perlu diperhatikan agar usaha bisa berkembang,” ujar Herti.
Menurut Herti, pelatihan tersebut memberikan pemahaman bahwa menjalankan usaha bukan hanya soal menjual produk, tetapi juga memahami kebutuhan pelanggan dan kondisi usaha.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari.
“Semoga ilmu yang kami dapatkan bisa kami terapkan dalam usaha. Pelatihan seperti ini sangat membantu kami karena memberikan pengetahuan yang sebelumnya belum kami pahami,” pungkasnya.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya PT MDA melalui Program PPM untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di desa-desa wilayah operasional perusahaan, sehingga masyarakat memiliki bekal dalam mengelola dan mengembangkan usaha secara lebih terarah.

No comments:
Post a Comment