TORAJA UTARA – Kasus hilangnya Stoner Sammen (16), remaja asal Sa'dan Malimbong, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, kembali menjadi sorotan publik setelah tiga setengah tahun berlalu tanpa kepastian hukum. Gelombang desakan agar kasus tersebut diungkap secara tuntas kembali menguat, terutama di media sosial.
Stoner Sammen dilaporkan hilang pada 31 Maret 2023. Saat itu, ia diduga melompat ke Sungai Sa'dan di kawasan Kakondongan, Kecamatan Tallunglipu, setelah dikejar oleh sekelompok pemuda. Hingga kini, keberadaan remaja tersebut belum diketahui dan penyelidikan yang dilakukan aparat belum menghasilkan titik terang.
Dalam beberapa hari terakhir, foto Stoner kembali ramai dibagikan oleh warganet di berbagai platform media sosial. Beragam unggahan disertai seruan agar aparat penegak hukum membuka kembali penyelidikan dan mengungkap fakta di balik hilangnya remaja tersebut.
Merespons tingginya perhatian masyarakat, Kapolres Toraja Utara, AKBP Yoseph Adi Rahmat Sudrajat, memastikan pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap kasus yang telah lama menjadi tanda tanya itu.
Menurut Yoseph, sejak menerima informasi mengenai kasus tersebut, dirinya langsung memerintahkan jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) dan Satuan Intelkam untuk membentuk tim khusus guna melakukan penyelidikan kembali.
"Karena saya baru bertugas di sini, setelah mendapat informasi terkait kasus Stoner, saya langsung memerintahkan Kasat Reskrim dan Kasat Intel membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan terhadap kejadian ini," ujar Yoseph.
Tidak hanya membentuk tim, polisi juga telah kembali mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat terakhir Stoner terlihat. Langkah itu dilakukan untuk menggali kembali fakta-fakta yang mungkin belum terungkap dalam penyelidikan sebelumnya.
"Anggota Satreskrim sudah mendatangi kembali tempat kejadian perkara untuk menggali fakta-fakta yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Dari pihak kepolisian tentu kami memberikan atensi khusus terhadap kasus ini," katanya.
Yoseph menjelaskan, tim gabungan akan menelusuri kembali seluruh informasi yang tersedia, termasuk memeriksa keterangan para saksi, mempelajari berkas perkara yang telah ada, serta membuka kemungkinan ditemukannya bukti-bukti baru.
Menurutnya, proses penyelidikan ulang dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada fakta yang terlewat dalam penanganan perkara yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun tersebut.
Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya dugaan tindak pidana dalam kasus hilangnya Stoner, Yoseph menegaskan bahwa penyidik masih melakukan pendalaman sehingga belum dapat menyimpulkan adanya unsur pidana.
"Itu sedang kami dalami. Itulah gunanya dilakukan penyelidikan. Kami belum bisa menyimpulkan karena proses pendalaman masih berjalan," jelasnya.
Kapolres meminta masyarakat memberikan waktu kepada tim khusus untuk bekerja secara profesional. Ia memastikan setiap perkembangan penyelidikan akan disampaikan kepada publik.
"Mohon doa dan dukungannya. Nanti jika ada perkembangan akan kami informasikan. Kasus ini menjadi atensi khusus sehingga kami membentuk tim gabungan untuk mengusutnya," tuturnya.
Kasus hilangnya Stoner Sammen hingga kini masih menyisakan duka bagi keluarga sekaligus tanda tanya besar di tengah masyarakat Toraja Utara. Harapan publik kini tertuju pada tim khusus bentukan Polres Toraja Utara agar mampu mengungkap secara terang apa yang sebenarnya terjadi pada 31 Maret 2023, sehingga keluarga korban memperoleh kepastian dan keadilan yang selama ini dinantikan.

No comments:
Post a Comment