LUWU – Penantian panjang warga Desa Barowa, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, akhirnya berakhir. Jembatan Armco yang rusak diterjang banjir beberapa tahun lalu kini telah kembali berdiri dan dapat digunakan masyarakat setelah rampung dibangun oleh TNI Kodim 1403/Palopo.
Jembatan tersebut menjadi akses vital yang menghubungkan permukiman warga dengan sekolah, pusat perekonomian, hingga Jalan Trans Sulawesi. Selama bertahun-tahun, warga harus memutar jalan atau melewati jalur sungai yang berisiko demi menjalankan aktivitas sehari-hari.
Aminah (59), salah seorang warga Desa Barowa, mengaku sangat bersyukur atas selesainya pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, kehadiran jembatan baru sangat membantu masyarakat, terutama anak-anak yang setiap hari berangkat ke sekolah.
"Anak-anak sekolah sekarang sudah bisa lewat di sini. Sebelumnya mereka harus memutar sehingga sering terlambat sampai di sekolah," ujarnya.
Ia mengenang kondisi sebelum jembatan diperbaiki. Saat itu, pengendara sepeda motor harus turun ke dasar sungai untuk menyeberang karena jembatan tidak lagi bisa dilalui kendaraan.
"Dulu kalau naik motor harus turun ke bawah. Untung saja tidak sampai jatuh. Alhamdulillah kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena sekarang jembatan ini sudah dibangun," katanya.
Kepala Desa Barowa, Iksan Arifin, mengatakan pembangunan Jembatan Armco membawa dampak besar bagi masyarakat. Selain memperlancar mobilitas warga, infrastruktur tersebut juga memudahkan distribusi hasil perikanan dan mempercepat akses menuju jalan nasional.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia dan Bapak Kepala Staf Angkatan Darat atas pembangunan Jembatan Armco ini. Kini transportasi masyarakat jauh lebih mudah, anak-anak tidak lagi terlambat ke sekolah, dan hasil perikanan warga dapat dipasarkan dengan lebih lancar," katanya.
Menurut Iksan, jembatan tersebut tidak hanya melayani kebutuhan warga Desa Barowa, tetapi juga menjadi jalur penghubung antardesa dan kelurahan menuju Jalan Trans Sulawesi.
Sementara itu, Komandan Kodim 1403/Palopo, Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro, mengungkapkan pembangunan Jembatan Armco berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar 35 hari berkat kolaborasi antara prajurit TNI dan masyarakat.
"Kami bersama warga Desa Barowa berhasil menyelesaikan pembangunan Jembatan Armco dengan lancar. Setiap hari kami bekerja bersama agar jembatan ini segera bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," ujarnya.
Windra menjelaskan, pembangunan tersebut merupakan bagian dari program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto yang pelaksanaannya dipercayakan kepada Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, untuk membangun jembatan di berbagai daerah di Indonesia.
Ia menyebutkan, di wilayah Kodim 1403/Palopo, Kabupaten Luwu mendapatkan lima pembangunan jembatan yang terdiri atas jembatan gantung, Jembatan Armco, dan jembatan beton.
Menurutnya, jembatan memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas masyarakat, mulai dari pendidikan, perekonomian hingga pelayanan publik.
"Jembatan merupakan akses vital yang menghubungkan desa, dusun, dan jalur transportasi. Karena itu pembangunan infrastruktur ini menjadi prioritas untuk mendukung perekonomian, pendidikan, dan mobilitas masyarakat," jelasnya.
Windra juga mengapresiasi tingginya semangat gotong royong warga selama proses pembangunan berlangsung. Selain membantu pekerjaan di lapangan, masyarakat juga ikut menyediakan konsumsi dan kebutuhan logistik bagi para personel yang bekerja.
"Budaya gotong royong benar-benar terlihat selama pembangunan berlangsung. TNI tidak bisa bekerja sendiri. Kami bersama pemerintah desa dan masyarakat saling bahu-membahu agar jembatan ini cepat selesai dan segera dimanfaatkan," ungkapnya.
Ia menegaskan, TNI akan terus hadir membantu masyarakat melalui berbagai program pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
"Kalau masyarakat senang dengan hadirnya jembatan ini, tentu kami dari TNI juga ikut merasakan kebahagiaan tersebut. Itulah semangat pengabdian kami kepada masyarakat," tutup Windra.
