Notification

×

Iklan

INSPIRASI TIMUR INDONESIA

Iklan

Indeks Berita

Save the Children Ajak Semua Pihak Lindungi Anak Lewat Festival Pahlawan Anak

| July 23, 2026 WIB | 0 Views

JAKARTA - Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum bagi Save the Children Indonesia untuk mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem perlindungan anak. Ajakan tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Pahlawan Anak 2026 yang akan digelar pada 13–16 Agustus 2026 di Gandaria City, Jakarta.


Festival ini diharapkan menjadi ruang edukasi sekaligus kolaborasi bagi keluarga, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat luas untuk bersama-sama memastikan hak-hak anak terpenuhi.


CEO & Chairperson Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, mengatakan Hari Anak Nasional seharusnya tidak hanya diperingati sebagai seremoni tahunan, melainkan menjadi pengingat bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan setiap hari.


"Hari Anak Nasional bukan satu-satunya waktu untuk berbicara tentang anak. Momentum ini mengingatkan kita bahwa pemenuhan hak anak adalah tanggung jawab yang harus diwujudkan setiap hari. Bahkan setelah 50 tahun bekerja untuk anak Indonesia, Save the Children Indonesia belajar bahwa perubahan nyata bagi anak hanya dapat terwujud melalui kolaborasi," ujar Dessy.


Ia menambahkan, keberpihakan terhadap anak perlu diterjemahkan dalam aksi nyata melalui kerja sama lintas sektor yang berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Festival Pahlawan Anak yang diharapkan menjadi wadah memperkuat kepedulian masyarakat terhadap isu perlindungan anak.


Ajakan tersebut muncul di tengah masih besarnya tantangan yang dihadapi anak-anak Indonesia. Berdasarkan Profil Anak Indonesia 2025 yang diterbitkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), sebanyak 29,8 juta anak masih mengalami ketertinggalan pembelajaran. Di sisi lain, prevalensi stunting masih berada pada angka 19,8 persen, sementara 4.727 bencana yang terjadi sepanjang 2025 meningkatkan kerentanan anak terhadap berbagai risiko.


Data SIMFONI-PPA juga menunjukkan lebih dari 15.300 kasus kekerasan seksual terhadap anak dan 12.160 kasus kekerasan fisik sepanjang 2025. Sebanyak 60,1 persen kasus tersebut justru terjadi di lingkungan rumah, yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak.


Melalui Festival Pahlawan Anak, Save the Children Indonesia akan menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan interaktif, seperti pameran imersif, permainan edukasi, hingga bincang inspiratif yang membahas kesehatan, pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan anak. Festival tersebut juga akan menghadirkan tokoh publik seperti Najwa Shihab, Maudy Ayunda, dan Putri Ariani sebagai pendukung Save the Children Indonesia.


Save the Children Indonesia menegaskan, komitmen terhadap perlindungan anak telah dibangun selama lima dekade. Sejak 1976, organisasi tersebut menjalankan berbagai program di bidang kesehatan, gizi, pendidikan, perlindungan anak, peningkatan ketangguhan masyarakat, hingga kesiapsiagaan dan respons bencana.


Dalam periode 2018–2025, Save the Children Indonesia telah menjangkau lebih dari 4,5 juta penerima manfaat, yang terdiri atas sekitar 2,9 juta anak dan 1,7 juta orang dewasa. Selain menjalankan program di lapangan, organisasi tersebut juga aktif mendorong perubahan kebijakan melalui penguatan pengasuhan berbasis keluarga, partisipasi anak melalui Children and Youth Advisory Network (CYAN), serta penguatan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).


Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, Save the Children Indonesia berharap kepedulian terhadap anak tidak berhenti pada perayaan simbolis, tetapi diwujudkan dalam langkah konkret yang melibatkan seluruh elemen masyarakat demi menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang setiap anak Indonesia.

×
Berita Terbaru Update