LUWU – Petani padi di Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, khususnya di wilayah Balla dan Desa Tallang Bulawang, mengeluhkan kondisi sawah yang mulai mengering akibat minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Mereka khawatir tanaman padi mengalami gagal panen apabila kondisi tersebut terus berlanjut tanpa penanganan dari pemerintah.
Hamparan sawah yang sebagian besar merupakan lahan tadah hujan tampak mulai kehilangan pasokan air. Di sejumlah petak sawah, tanah terlihat retak, sementara tanaman padi mulai menunjukkan gejala kekeringan karena kekurangan air pada masa pertumbuhan.
Kondisi ini membuat para petani semakin cemas. Pasalnya, ketersediaan air menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan musim tanam, terutama di kawasan yang belum memiliki sistem irigasi permanen.
Sejumlah petani telah berupaya menyelamatkan tanaman mereka dengan menggunakan pompa air untuk mengalirkan air dari sungai ke area persawahan. Namun, keterbatasan debit air serta luasnya areal pertanian membuat upaya tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan pengairan secara maksimal.
Salah seorang petani di Desa Tallang Bulawang, Jafar, mengaku kecewa karena hingga kini belum ada perhatian nyata dari instansi terkait terhadap kondisi yang dihadapi para petani.
"Baru-baru ini Bupati Luwu memerintahkan kepada Plt Kepala Dinas Pertanian saat kegiatan penanaman pohon aren agar membantu petani yang membutuhkan bantuan akibat kekeringan air sawahnya. Namun sampai sekarang tidak ada bentuk perhatian yang diberikan Dinas Pertanian. Jangankan bantuan, penyuluhnya saja tidak pernah datang ketika kami mengalami kondisi sulit seperti ini," kata Jafar saat dihubungi, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Jafar, kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan dalam situasi darurat seperti saat ini. Selain bantuan pompa air dan sarana pendukung lainnya, petani juga membutuhkan pendampingan dari penyuluh pertanian agar memperoleh solusi dalam menghadapi ancaman kekeringan.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Dinas Pertanian segera turun ke lapangan untuk melakukan pendataan terhadap lahan yang terdampak sekaligus menyiapkan langkah-langkah penanganan agar potensi gagal panen dapat ditekan.
Petani juga mengingatkan bahwa apabila dalam beberapa pekan ke depan hujan tidak kunjung turun dan tidak ada solusi pengairan yang memadai, kerugian yang dialami diperkirakan akan semakin besar. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap produksi padi di Kecamatan Bajo yang menjadi salah satu wilayah sentra pertanian di Kabupaten Luwu.
Mereka berharap instruksi Bupati Luwu untuk membantu petani yang terdampak kekeringan tidak berhenti pada tataran arahan, tetapi segera diwujudkan melalui langkah konkret di lapangan agar hasil panen masyarakat tetap dapat diselamatkan.
