Pria di Toraja Utara Diduga Meninggal Akibat Rabies, Pernah Digigit Anak Anjing Liar yang Dipelihara

TORAJA UTARA – Seorang pria berinisial IP di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, diduga meninggal dunia akibat rabies setelah sebelumnya mengalami gigitan anak anjing liar yang dipeliharanya.



Kasus ini menambah kekhawatiran terhadap penyebaran rabies di Toraja Utara. Sebelumnya, sekitar sebulan lalu, seorang anak di wilayah Malango juga meninggal dunia setelah mengalami gigitan anjing yang diduga terinfeksi virus rabies.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, IP sempat mendatangi Puskesmas Ke'pe, Kecamatan Kapalapitu, pada Jumat (3/7/2026) dengan keluhan sesak napas, sakit tenggorokan, batuk, dan banyak lendir di saluran pernapasan.


Pada sore harinya sekitar pukul 18.30 Wita, keluarga membawa IP ke Klinik Evergreen di Rantepao. Kondisinya kemudian dirujuk ke ruang ICU Rumah Sakit Elim Rantepao.


Sehari kemudian, Sabtu (4/7/2026), IP dinyatakan meninggal dunia.


Riwayat gigitan anjing baru diketahui saat korban menjalani perawatan di klinik dan rumah sakit. Berdasarkan keterangan keluarga, korban pernah digigit seekor anak anjing liar yang dipungut dari jalan dan dibawa pulang untuk dipelihara sekitar April 2026.


Anjing tersebut menggigit korban setelah tiga hari dipelihara. Dua hari setelah insiden gigitan, anjing itu dilaporkan mati secara tiba-tiba.


Hingga kini, penyebab pasti kematian masih menunggu keterangan resmi dari pihak Rumah Sakit Elim maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Toraja Utara. Namun, korban diduga meninggal akibat infeksi rabies berdasarkan gejala klinis yang muncul.


Kepala Dinas Perikanan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Toraja Utara, Daud Pala'langan, mengatakan gejala yang dialami korban mengarah pada infeksi rabies.


"Memang gejalanya mengarah ke rabies. Karena itu, kesadaran masyarakat harus ditingkatkan. Hewan seperti anjing, kucing, kera, kelelawar, termasuk anak anjing sekalipun, dapat membawa virus rabies," kata Daud, Minggu (5/7/2026).


Menurut dia, pemerintah daerah terus melakukan vaksinasi rabies gratis terhadap hewan peliharaan serta sosialisasi kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan.


"Kami sudah turun ke lapangan melaksanakan vaksinasi dan sosialisasi. Kami berharap masyarakat segera melapor apabila ada kasus gigitan hewan agar penanganan bisa dilakukan sejak dini," ujarnya.


Daud juga mengingatkan bahwa meningkatnya kasus rabies tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi memengaruhi sektor pariwisata di Toraja Utara.


"Kalau kasus rabies meningkat, dampaknya bisa luas, termasuk terhadap sektor pariwisata. Karena itu diperlukan kerja sama semua pihak, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata, pelaku usaha wisata, hingga pemandu wisata untuk melakukan edukasi kepada masyarakat," katanya.


Sebelumnya, Toraja Utara juga dihebohkan dengan meninggalnya seorang anak di wilayah Malango yang diduga akibat rabies. Berdasarkan informasi yang beredar, korban baru dibawa ke rumah sakit sekitar satu bulan setelah mengalami gigitan anjing.


Kasus tersebut menjadi perhatian karena keluarga korban diduga lebih dahulu memilih pengobatan tradisional dibandingkan membawa korban untuk mendapatkan penanganan medis, termasuk pemberian vaksin antirabies, sesaat setelah gigitan terjadi.

Previous Post Next Post