LUWU – Banjir yang melanda Desa Tabah, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu, mulai surut. Namun, warga kini harus menghadapi berbagai dampak pascabanjir, mulai dari kerusakan peralatan rumah tangga hingga kesulitan mendapatkan air bersih.
Sejumlah warga terlihat membersihkan rumah mereka dari lumpur yang terbawa banjir akibat meluapnya Sungai Poringan. Perabotan rumah tangga yang terendam air dijemur di halaman rumah, sementara warga berupaya memulihkan kondisi tempat tinggal mereka.
Salah seorang warga, Jumianti, mengatakan banjir menyebabkan sejumlah barang elektronik, kasur, dan peralatan dapur miliknya rusak. Selain itu, bagian belakang dapur rumahnya juga mengalami kerusakan akibat terendam air dalam waktu cukup lama.
"Ada barang elektronik yang rusak, kasur dan peralatan dapur juga banyak yang tidak bisa digunakan lagi. Dinding belakang dapur juga rusak karena papannya sudah lapuk setelah terendam banjir," kata Jumianti, Minggu (14/6/2026).
Menurutnya, kebutuhan paling mendesak yang saat ini dirasakan warga adalah air bersih. Pasalnya, sumur dan sumber air yang biasa digunakan masyarakat masih keruh akibat tercampur lumpur banjir.
"Kami sangat membutuhkan air bersih karena sumur masih terendam dan airnya belum layak digunakan. Selain itu, warga juga membutuhkan bahan makanan dan perlengkapan bayi," ujarnya.
Selain kerugian materi, warga juga dihantui rasa khawatir terhadap kemunculan buaya yang kerap muncul saat banjir melanda kawasan tersebut.
"Kalau banjir biasanya buaya naik ke darat. Kami takut, terutama karena banyak anak-anak di sekitar rumah. Setelah air surut pun kadang masih ada yang bersembunyi di bawah pohon atau dekat kandang ayam," ungkapnya.
Warga berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan air bersih dan kebutuhan pokok bagi masyarakat terdampak. Mereka juga meminta adanya penanganan serius terhadap Sungai Poringan yang dinilai mengalami pendangkalan dan penyempitan.
"Kami berharap sungai dan drainase bisa dikeruk supaya aliran air lancar dan banjir tidak terus berulang setiap tahun," tuturnya.
Diketahui, banjir akibat luapan Sungai Poringan sebelumnya merendam sekitar 200 rumah warga di Desa Tabah. Selain permukiman, banjir juga menggenangi lahan pertanian, perkebunan, dan sejumlah akses jalan antar dusun.
Hingga kini, warga masih melakukan pembersihan rumah sambil menunggu bantuan dan pemulihan kondisi lingkungan pascabanjir.
