Implementasi Posyandu Era Baru di Luwu Masih 10 Persen, Pemkab Perkuat Kolaborasi

LUWU – Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Tim Pembina Posyandu Kabupaten Luwu memperkuat sinergi lintas sektor guna mempercepat implementasi Posyandu Era Baru yang mengintegrasikan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) bagi masyarakat.


Upaya tersebut dilakukan melalui Pertemuan Koordinasi Pelaksanaan Transformasi Layanan Primer dalam Posyandu Tahun 2026 yang digelar di Hotel Value Palopo, Kamis (18/6/2026).


Kegiatan itu dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Luwu, Kurniah Patahudding, Ny. Nilasari Dhevy Bijak, Ketua Bidang I TP PKK Kabupaten Luwu Rafika Liakat Muh. Rudi, Penjabat Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Luwu Rosnawary, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Ahmad Awwabi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Luwu, jajaran Pokja IV TP PKK Kabupaten Luwu, perwakilan puskesmas se-Kabupaten Luwu, serta TP PKK tingkat kecamatan.


Dalam laporannya, Rosnawary mengungkapkan bahwa transformasi layanan primer melalui Posyandu Era Baru merupakan langkah strategis untuk mendekatkan pelayanan dasar kepada masyarakat.


Namun, berdasarkan hasil evaluasi, implementasi program tersebut di Kabupaten Luwu masih belum optimal. Saat ini, baru sekitar 10 persen posyandu yang telah menerapkan enam Standar Pelayanan Minimal secara penuh.


Sebagian besar posyandu masih menjalankan pola lama yang berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak.


“Masih banyak posyandu yang menjalankan pola lama dengan fokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak. Padahal Posyandu Era Baru mengintegrasikan enam standar pelayanan minimal yang melibatkan berbagai perangkat daerah terkait,” ujar Rosnawary.


Ia menegaskan bahwa keberhasilan Posyandu Era Baru membutuhkan dukungan dan keterlibatan aktif seluruh pihak, mulai dari Tim Penggerak PKK tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.


Menurutnya, partisipasi semua unsur menjadi faktor penting untuk meningkatkan kehadiran dan keterlibatan masyarakat dalam setiap kegiatan posyandu.


Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu, Kurniah Patahudding, menegaskan bahwa Posyandu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.


Karena itu, koordinasi dan pembinaan harus terus diperkuat agar transformasi layanan primer dapat berjalan optimal di seluruh wilayah Kabupaten Luwu.


Kurniah menjelaskan bahwa Posyandu saat ini tidak lagi sekadar menjadi tempat pelayanan kesehatan ibu dan anak, melainkan telah berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan dasar melalui enam Standar Pelayanan Minimal.


“Posyandu harus menjadi pusat pelayanan masyarakat yang mudah diakses. Melalui Posyandu Era Baru, masyarakat dapat memperoleh berbagai layanan dasar secara terpadu tanpa harus datang ke tempat yang jauh,” kata Kurniah.


Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat komitmen dan kolaborasi dalam mendukung penerapan Posyandu Era Baru di seluruh desa dan kelurahan.


Melalui sinergi yang kuat, kualitas pelayanan dasar diharapkan semakin meningkat dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata.


Pertemuan koordinasi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kerja sama lintas sektor dalam mewujudkan transformasi layanan primer yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Previous Post Next Post