SIGI – Korban gempa bumi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mulai mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, BUMN dan BUMD serta organisasi lainnya, salah satunya dari Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DPC VII. Distribusi logistik ini dilakukan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026) yang menyebabkan masyarakat di sejumlah wilayah mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok dan energi untuk aktivitas sehari-hari.
Bantuan disalurkan melalui fungsi Corporate Social Responsibility (CSR) dan Retail Sales Area Sulawesi Tengah sebagai bentuk respons cepat perusahaan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar pascabencana.
Sales Branch Manager I Fuel Sulawesi Tengah Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Made Bilan Asasia Binov, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi situasi darurat akibat bencana.
“Sebagai bentuk dukungan, Pertamina bersama Hiswana Migas DPC VII menyalurkan 1.000 paket sembako serta bantuan LPG dan kompor yang diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat selama masa tanggap darurat,” kata Made, Jumat (19/6/2026).
“Pertamina turut prihatin atas musibah gempa bumi yang dialami masyarakat Kabupaten Sigi. Melalui sinergi bersama Hiswana Migas DPC VII, kami berupaya memberikan bantuan yang dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat, baik berupa kebutuhan pokok maupun dukungan energi untuk aktivitas sehari-hari. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat selama masa pemulihan pascabencana,” tambah Made.
Lanjut Made, selain menyalurkan bantuan kemanusiaan, Pertamina juga terus memantau kondisi distribusi energi di wilayah terdampak untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan kehadiran Pertamina dalam situasi kebencanaan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.
“Pada kondisi bencana, kebutuhan masyarakat terhadap pangan dan energi menjadi hal yang sangat penting. Karena itu, Pertamina berupaya hadir melalui bantuan yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat terdampak. Kami juga mengapresiasi kolaborasi yang terjalin bersama Hiswana Migas DPC VII sehingga bantuan dapat segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ucap Lilik.
Menurut Lilik, program bantuan tanggap bencana tersebut merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin pengentasan kemiskinan, penghapusan kelaparan, dan pembangunan kota serta permukiman yang berkelanjutan.
“Kedepan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat terkait, dan berbagai pemangku kepentingan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran serta mendukung percepatan pemulihan masyarakat terdampak gempa,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bertambah menjadi tiga orang.
"Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah bertambah menjadi tiga orang," kata Abdul Muhari dalam keterangan pers resmi, Kamis (18/6/2026).
BNPB mencatat sebanyak 17 orang mengalami luka berat dan 91 orang luka ringan. Selain itu, sebanyak 2.109 kepala keluarga atau 6.412 jiwa terdampak akibat bencana tersebut.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan hasil asesmen lapangan, Kabupaten Sigi menjadi wilayah yang mengalami dampak paling signifikan.
"Tiga korban meninggal dunia masing-masing berada di Desa Ampera, Kecamatan Palolo, serta Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, dan satu korban lainnya yang telah terkonfirmasi dalam pendataan terbaru," ujar Abdul Muhari.
Gempa juga menyebabkan kerusakan pada sedikitnya 1.652 unit rumah, yang terdiri atas 1.472 rumah rusak ringan, 111 rumah rusak sedang, dan 69 rumah rusak berat.
Kerusakan turut terjadi pada fasilitas umum dan sosial, meliputi 42 rumah ibadah, delapan gedung perkantoran termasuk Kantor Bupati Sigi dan Bapperinda, 13 bangunan sekolah, dua rumah adat, serta delapan jaringan air bersih.
