BNPB Pastikan Bangun Hunian Sementara bagi Korban Gempa Sigi, Jembatan Darurat Segera Dibangun

SIGI - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memastikan pemerintah segera membangun hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat gempa bumi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

 


Kepastian itu disampaikan Suharyanto saat melakukan kunjungan kerja ke wilayah terdampak gempa bersama Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, Bupati Sigi Mohammad Rizal Intjenae, Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi, BPBD, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Jumat (19/6/2026).

 

Rombongan mengikuti rapat koordinasi di Pos Lapangan Penanganan Bencana Kecamatan Nokilalaki. Selanjutnya, mengunjungi Desa Banasu dan Desa Lemban Tongoa yang berada di sekitar pusat gempa.

 

Dalam keterangannya Suharyanto mengatakan warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat akan diberikan dua pilihan, yakni menempati hunian sementara atau menerima dana tunggu hunian sambil menunggu pembangunan rumah permanen selesai.

 

"Rumah yang rusak berat akan kita bangunkan hunian sementara. Bagi yang tidak ingin menempati hunian sementara akan diberikan dana tunggu hunian sebagaimana pola penanganan bencana di daerah lain," kata Suharyanto, Jumat.

 

“Dana tunggu hunian diberikan sebesar Rp600.000 per bulan untuk setiap kepala keluarga selama proses pembangunan rumah berlangsung,” tambahnya.

 

Menurut Suharyanto, langkah cepat Pemerintah Kabupaten Sigi juga patut diapresiasi karena kebutuhan dasar masyarakat hingga saat ini masih dapat terpenuhi.

 

"Hingga saat ini masyarakat tidak mengeluhkan kebutuhan logistik dasar. Artinya pemerintah daerah bergerak cepat dan pemerintah pusat hadir untuk memperkuat penanganan yang sudah berjalan," ucapnya.

 

Dalam kunjungan tersebut, BNPB turut menyerahkan bantuan berupa paket sembako, tenda pengungsian, dan kebutuhan dasar lainnya kepada warga yang masih bertahan di pengungsian mandiri di Desa Banasu dan Desa Lemban Tongoa.

 

Pemerintah akan terus menambah kebutuhan logistik dan perlengkapan pengungsian agar masyarakat dapat tinggal lebih nyaman selama masa tanggap darurat,” ujarnya.

 

Selain persoalan hunian, kerusakan infrastruktur turut menjadi perhatian utama pemerintah, terutama sejumlah jembatan penghubung antarwilayah yang mengalami kerusakan akibat gempa.

 

Suharyanto mengatakan pemerintah bersama TNI dan Dinas Pekerjaan Umum telah menyepakati pembangunan jembatan fungsional sebagai solusi sementara agar aktivitas masyarakat tetap berjalan.

 

"Ada beberapa jembatan yang rusak. Kami bersama Pangdam dan Dinas PU Provinsi sudah sepakat untuk segera membangun jembatan fungsional terlebih dahulu agar akses masyarakat tetap berjalan," tuturnya.

 

Suharyanto menambahkan, BNPB akan membantu operasional penanganan darurat, sementara pembangunan infrastruktur permanen akan dilakukan secara bertahap setelah kondisi wilayah terdampak dinyatakan stabil.

 

Pemerintah juga mulai mengantisipasi potensi ancaman lanjutan berupa banjir akibat terbentuknya kubangan dan hambatan aliran sungai di sejumlah titik pascagempa.

 

Bupati Sigi Mohammad Rizal Intjenae mengatakan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat untuk mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak.

 

“Kunjungan Kepala BNPB bersama jajaran pemerintah dan TNI menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa berjalan cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ungkap Rizal.

Previous Post Next Post