Korban Gempa M 6,7 Sulawesi Tengah Bertambah Jadi 3 Orang, Hampir 2.200 Rumah Rusak

PALU - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak tiga orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026).


Selain korban meninggal, sebanyak 17 orang mengalami luka berat dan 101 orang lainnya mengalami luka ringan.


Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan gempa tersebut berdampak di empat wilayah administrasi, yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kabupaten Poso.


"Perkembangan data bencana gempa bumi M 6,7 Sulawesi Tengah per Kamis (18/6) pukul 16.25 WIB mencatat total korban meninggal dunia tiga jiwa, 17 jiwa luka berat, dan 101 jiwa luka ringan," kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).


BNPB juga mencatat kerusakan material yang cukup signifikan. Sebanyak 1.995 rumah mengalami rusak ringan, 147 rumah rusak sedang, dan 73 rumah rusak berat.


Hingga kini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di masing-masing wilayah terdampak masih terus melakukan penanganan darurat sekaligus memperbarui pendataan kerusakan dan kebutuhan masyarakat.


Selain permukiman warga, gempa juga menyebabkan kerusakan pada berbagai fasilitas umum, seperti sarana pendidikan, perkantoran, tempat ibadah, dan bangunan lainnya.


Untuk mendukung penanganan darurat, BNPB telah mengirimkan bantuan logistik berupa kebutuhan pangan dan non-pangan. Bantuan tersebut meliputi tenda pengungsi, tenda keluarga, matras, selimut, kasur lipat, hingga paket sembako.


BNPB juga memastikan pemerintah pusat terus memantau perkembangan penanganan di lapangan. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto telah berada di wilayah terdampak untuk memastikan proses penanganan darurat berjalan efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.


Di sisi lain, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana di berbagai daerah.


Memasuki musim kemarau di sejumlah wilayah Indonesia, masyarakat diharapkan menggunakan sumber daya air secara bijak. Sementara itu, untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi basah, warga diminta secara rutin memantau informasi cuaca yang dikeluarkan oleh sumber resmi 
Previous Post Next Post