Tanam Pisang di Tengah Jalan, Warga Petambua Luwu Utara Protes Jalan Rusak yang Tak Kunjung Diperbaiki

LUWU UTARA – Warga Dusun Petambua, Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, melakukan aksi menanam pohon pisang di tengah jalan desa, Sabtu (30/5/2026). Aksi tersebut merupakan bentuk protes warga terhadap kondisi jalan dan drainase yang rusak serta belum tersentuh perbaikan selama bertahun-tahun.


Warga mengaku kecewa karena berbagai janji perbaikan yang disampaikan pemerintah hingga kini belum terealisasi. Akibat buruknya sistem drainase, ruas jalan desa tersebut kerap tergenang saat hujan deras. Bahkan ketika curah hujan tinggi, jalan berubah menjadi aliran air yang menyerupai sungai dadakan sehingga aktivitas masyarakat lumpuh total.


Kondisi itu semakin mengkhawatirkan saat terjadi pada malam hari. Selain menyulitkan mobilitas warga, genangan air juga menimbulkan kekhawatiran akan kembali terjadinya banjir yang dapat masuk ke permukiman penduduk. Warga menyebut kerusakan jalan tersebut belum mendapat penanganan serius sejak banjir bandang yang melanda wilayah itu pada 13 Juli 2020.


Salah seorang warga, Syahril, mengatakan masyarakat sengaja melakukan aksi tanam pohon pisang sebagai bentuk sindiran sekaligus desakan kepada pemerintah agar segera memberikan perhatian terhadap kondisi jalan di Dusun Petambua.


“Ini bentuk gotong royong warga menanam pohon pisang di jalan. Sudah sekitar enam tahun pasca banjir, tetapi sampai sekarang belum ada penanganan. Daerah lain sudah ada yang dikerjakan, sementara di sini belum,” kata Syahril.


Menurut dia, warga tidak menuntut pembangunan besar dalam waktu dekat. Masyarakat hanya berharap pemerintah dapat memberikan solusi awal dengan meminjamkan alat berat untuk memperbaiki kondisi jalan dan drainase.


“Kalau memang belum ada anggaran untuk pengaspalan, paling tidak pinjamkan alat berat. Untuk bahan bakarnya kami siap patungan. Yang penting ada penanganan agar jalan ini bisa dilewati dengan aman,” ujarnya.


Syahril menuturkan, saat hujan deras, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas. Bahkan anak-anak kerap memanfaatkan genangan yang menyerupai sungai tersebut untuk bermain dan mandi menggunakan ban bekas.


“Kalau banjir, motor dan mobil tidak bisa lewat. Harapan kami sederhana, cukup alat berat dibawa ke sini untuk penanganan awal. Soal pengaspalan mungkin nanti, yang penting akses masyarakat bisa kembali normal,” katanya.


Aksi menanam pohon pisang di tengah jalan belakangan menjadi simbol protes yang kerap dilakukan warga di berbagai daerah di Indonesia. Melalui aksi tersebut, masyarakat berharap pemerintah lebih serius memperhatikan pembangunan infrastruktur dasar, terutama akses jalan yang menjadi urat nadi aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan publik, hingga sektor pertanian.


Dusun Petambua sendiri berada di kawasan yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit di Kabupaten Luwu Utara. Warga menilai perbaikan jalan menjadi kebutuhan mendesak untuk mendukung distribusi hasil perkebunan dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Previous Post Next Post