Rencana Kantor Imigrasi di Toraja Utara Disambut Positif, Pelayanan Paspor Bakal Lebih Dekat

LUWU – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia berencana menambah kantor imigrasi di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, guna mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam pengurusan paspor.


Selama ini, warga Toraja Utara harus mengurus paspor di Kantor Imigrasi Kota Palopo dengan waktu tempuh perjalanan mencapai sekitar lima jam. Selain jarak yang cukup jauh, kondisi medan pegunungan juga menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat.


Wakil Bupati Andrew Branch Silambi menyatakan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara mendukung penuh rencana pembangunan kantor imigrasi tersebut karena dinilai akan mempermudah akses pelayanan publik.


“Saya sebagai wakil bupati mewakili Pemerintah Kabupaten Toraja Utara sangat mendukung program ini karena akan lebih memudahkan masyarakat dalam mengurus paspor. Jadi mereka tidak perlu lagi istilahnya turun gunung,” ujar Andrew, Rabu (28/5/2026)


Menurut dia, keberadaan kantor imigrasi di wilayah pegunungan Toraja akan membantu masyarakat menghemat waktu dan biaya perjalanan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan administrasi keimigrasian.


Andrew mengatakan, kantor pelayanan itu nantinya tidak hanya melayani masyarakat Toraja Utara, tetapi juga mencakup tiga daerah sekaligus yakni Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Enrekang, dan Kabupaten Toraja Utara.


“Semoga dengan adanya kantor pelayanan ini seluruh masyarakat di tiga kabupaten itu bisa terlayani secara penuh tanpa ada lagi keterbatasan akses pelayanan,” katanya.


Ia menambahkan, kebutuhan masyarakat terhadap layanan paspor cukup tinggi karena banyak warga Toraja Utara yang bepergian ke luar negeri, baik untuk kepentingan wisata, ibadah, maupun pekerjaan.


“Warga Toraja Utara biasanya melakukan kunjungan ke negara-negara ASEAN. Kalau umat Kristen biasanya ada perjalanan rohani ke Israel dan Yerusalem. Sementara dari Enrekang juga banyak masyarakat muslim yang melakukan perjalanan umroh ke Arab Saudi, ada juga ke Malaysia dan Singapura,” ujar Andrew.


Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Selatan, Friece Sumolang, mengatakan usulan pembangunan kantor imigrasi di Toraja merupakan bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah pegunungan.


“Kalau kita melihat jarak dari Kantor Imigrasi Palopo maupun Parepare, tentu cukup jauh dengan medan yang menantang. Karena itu kami mengusulkan pembangunan kantor imigrasi di Toraja agar pelayanan bisa lebih dekat dengan masyarakat,” kata Friece.


Menurut dia, Toraja memiliki potensi besar dalam sektor pelayanan paspor maupun pariwisata internasional sehingga kehadiran kantor imigrasi dinilai sangat penting.


“Dunia mengenal Toraja. Karena itu kami ingin menghadirkan pelayanan keimigrasian di Toraja, baik pelayanan maupun perlindungan kepada masyarakat. Selain itu juga untuk pengawasan, penegakan hukum, dan menjaga kedaulatan negara,” ujarnya.


Friece menyebut pihaknya saat ini masih dalam tahap pengusulan pembangunan kantor tersebut kepada pemerintah pusat.


“Kita mengusulkan dan mudah-mudahan tahun ini disetujui,” katanya.


Ia berharap apabila usulan itu mendapat persetujuan tahun ini, pembangunan kantor imigrasi di Toraja dapat mulai direalisasikan pada tahun depan.


“Kalau disetujui, mudah-mudahan tahun depan sudah bisa berjalan,” ujar Friece.

Previous Post Next Post