Minibus Angkut BBM Terbakar di Depan SPBU Toraja Utara

TORAJA UTARA - Kebakaran hebat melanda sebuah mobil minibus berwarna silver dengan nomor polisi DP1438YY di depan SPBU Misiliana, Eran Batu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Kamis (14/5/2026). Kendaraan yang diketahui mengangkut belasan jerigen berisi bahan bakar minyak (BBM) itu terbakar hebat hingga memicu kemacetan panjang di Jalan Trans Sulawesi.


Petugas Damkar Pemkab Toraja Utara, Matius Palloan, menyatakan proses pemadaman berlangsung sekitar 30 menit dengan mengerahkan empat unit armada pemadam kebakaran dan 16 personel.


“Mobil yang terbakar bermuatan BBM jenis pertalite. Ada sekitar 12 jerigen di dalam kendaraan. Kami agak kesulitan karena bahan yang terbakar itu minyak, sehingga api cepat membesar. Tapi puji Tuhan bisa ditangani,” kata Matius saat dikonfirmasi, di lokasi kejadian.


Peristiwa itu terjadi saat arus lalu lintas di jalur Trans Sulawesi sedang ramai dilalui kendaraan. Api diduga berasal dari hubungan arus pendek pada kendaraan, lalu dengan cepat menyambar jerigen berisi BBM yang berada di dalam mobil.


“Dalam hitungan menit, kobaran api membesar dan melalap hampir seluruh bagian kendaraan. Asap hitam pekat membumbung tinggi di sekitar SPBU dan membuat warga serta pengendara panik,.


Besarnya kobaran api membuat warga yang berada di sekitar lokasi tidak dapat berbuat banyak. Sejumlah pengendara memilih menghentikan kendaraannya dan menjauh demi menghindari ledakan susulan dari jerigen BBM yang berada di dalam mobil.


Sementara itu, sopir kendaraan hanya bisa menyaksikan minibus miliknya hangus dilalap api. Belum diketahui secara pasti tujuan pengangkutan BBM tersebut, namun warga menduga BBM di dalam jerigen itu diangkut secara ilegal.


Kemacetan panjang pun tak terhindarkan. Jalan nasional yang menjadi penghubung utama lintas tengah Sulawesi itu sempat lumpuh total karena pengendara memperlambat laju kendaraan untuk melihat proses pemadaman.


Petugas damkar mengaku mengalami kendala saat melakukan pemadaman karena objek yang terbakar merupakan bahan bakar minyak yang mudah menyala dan cepat menyebar.


“Kalau minyak atau BBM memang kami cukup kewalahan karena api cepat membesar, jadi harus menggunakan teknik khusus dalam pemadaman,” kata Matius.


Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar 30 menit kemudian setelah empat unit mobil damkar diterjunkan ke lokasi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kendaraan hangus terbakar dan kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.


Peristiwa ini menjadi sorotan warga Toraja Utara. Dalam sepekan terakhir, sedikitnya sudah dua kendaraan pengangkut BBM dilaporkan mengalami kebakaran di wilayah Toraja.


Warga pun meminta pengawasan distribusi BBM di wilayah Toraja diperketat. Mereka mendesak Pertamina dan aparat terkait turun tangan karena aktivitas pengangkutan BBM menggunakan jerigen dalam jumlah besar dinilai membahayakan keselamatan masyarakat dan berpotensi merugikan negara.

Previous Post Next Post