PALOPO - Sejumlah massa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Palopo, Sulawesi Selatan, terkait kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang imam masjid di Kota Palopo.
Dalam aksi tersebut, massa mendesak aparat kepolisian segera menangkap seluruh pelaku yang terlibat dalam kasus pengeroyokan yang dinilai telah meresahkan masyarakat.
Aksi demonstrasi berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Pengamanan dipimpin langsung Kabag Ops Polres Palopo, Kompol Jhon Paerunan, guna memastikan jalannya aksi tetap aman, tertib, dan kondusif.
Para demonstran membawa sejumlah spanduk dan secara bergantian menyampaikan orasi. Mereka meminta proses hukum dilakukan secara transparan serta menuntut agar seluruh pihak yang diduga terlibat segera diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Menanggapi tuntutan massa, Kasat Reskrim Polres Palopo, Iptu Ridwan Parintak, menegaskan bahwa penyidik masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut, termasuk memeriksa sejumlah saksi.
“Kami meminta masyarakat untuk mempercayakan proses penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. Saat ini penyidik masih mendalami keterangan para saksi,” ujar Ridwan.
Ia menjelaskan, satu orang berinisial S yang telah ditetapkan sebagai tersangka hingga kini belum mengakui perbuatannya dan masih menolak seluruh tuduhan yang disangkakan kepadanya.
“Penyidik terus mengumpulkan alat bukti serta memperkuat keterangan para saksi guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini,” katanya.
Ridwan memastikan proses penyidikan akan dilakukan secara profesional dan transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
