TORAJA UTARA, – Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, meninjau empat titik longsor di Kecamatan Denpina, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/5/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan dampak bencana berjalan cepat serta memulihkan akses masyarakat yang terganggu akibat longsor.
Frederik mengatakan, bencana longsor dalam beberapa hari terakhir berdampak pada sejumlah wilayah di Kecamatan Denpina, termasuk tiga lembang yang mengalami kerusakan cukup parah. Salah satu titik yang menjadi perhatian utama berada di Lembang Parinding.
“Melihat langsung dampak longsor yang terjadi di Kecamatan Denpina, ada tiga lembang yang terdampak. Untuk di Lembang Parinding, longsornya cukup besar dan penanganannya akan dilakukan secara terpadu oleh beberapa organisasi perangkat daerah,” kata Frederik saat meninjau lokasi.
Menurut dia, penanganan longsor di Lembang Parinding melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pertanian, serta Dinas Sosial. Dinas PUPR akan menurunkan alat berat guna membuka akses jalan yang tertutup material longsor sekaligus melakukan pendataan untuk penanganan lanjutan.
Sementara itu, Dinas Pertanian akan menyalurkan bantuan bibit, termasuk bibit kopi, kepada warga yang lahan pertaniannya terdampak. Dinas Sosial menyiapkan bantuan masa tanggap darurat bagi dua kepala keluarga yang rumahnya terkena dampak longsor. Adapun BPBD bertugas melakukan asesmen kondisi lapangan, memetakan potensi bencana susulan, serta mengoordinasikan penanganan lintas instansi.
Selain Lembang Parinding, Frederik juga meninjau lokasi longsor di Lembang Buntu Tagari. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan pihak terkait untuk mempercepat pemulihan jaringan listrik yang sempat terputus akibat bencana.
“Batu yang menutup badan jalan akibat longsor juga sudah kami minta untuk segera dipindahkan agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Toraja Utara turut meninjau dua titik kerusakan pada ruas jalan poros Salu–Dende yang mengalami amblas akibat pergerakan tanah. Pemerintah daerah berencana melakukan pembangunan talud dan perbaikan sistem drainase guna mencegah kerusakan serupa terjadi kembali.
“Untuk ruas Salu–Dende, kami akan merencanakan pembangunan talud dan memperbaiki drainase agar aliran air tidak lagi melintasi badan jalan yang dapat menyebabkan longsor atau amblas,” katanya.
Frederik juga mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor, khususnya di sekitar lereng dan tebing curam, untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta segera mengungsi apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah seperti retakan, perubahan struktur tanah, atau aliran air yang tidak biasa di sekitar lereng.
“Kami terus mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor agar waspada. Jika melihat tanda-tanda seperti retakan tanah atau perubahan struktur lereng, segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama BPBD, Dinas PUPR, Dinas Sosial, serta berbagai organisasi kemanusiaan akan terus bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
