Ayah Relawan Asal Luwu Minta Pemerintah Segera Pulangkan Anaknya dari Israel

LUWU - Keluarga relawan kemanusiaan asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Andi Angga Prasadewa (33), berharap pemerintah Indonesia segera mengambil langkah diplomatik untuk membebaskan para relawan yang ditahan pasukan Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.



Ayah Andi Angga, Andi Hamzah (54), mengaku hingga Rabu (20/5/2026), pihak keluarga belum menerima informasi resmi maupun komunikasi langsung dari pemerintah terkait kondisi putranya.


“Belum, sampai hari ini belum ada,” kata Andi Hamzah saat ditemui di kediamannya di Desa Buntu Karya, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu.


Meski demikian, ia mengaku tetap percaya pemerintah akan menangani persoalan tersebut dan berharap Presiden RI Prabowo Subianto dapat segera membantu proses pemulangan para relawan.


“Harapan saya kepada Pak Prabowo sebagai Presiden kita agar cepat diurus, biar anak-anak pulang semua. Saya percayakan sepenuhnya kepada pemerintah,” ujarnya.


Selain menunggu langkah pemerintah, keluarga juga berupaya mencari informasi melalui sejumlah kerabat dan pihak terkait. Andi Hamzah mengaku telah berkomunikasi dengan keluarganya yang berada di DPR RI, yakni kader Partai Gerindra Unru Baso dan Andi Irwan Aras.


“Saya komunikasi tadi malam dengan adik saya di DPR RI, Unru Baso dan Andi Irwan Aras. Setelah saya komunikasi baru mereka tahu juga kalau ponakannya ditangkap, reaksinya kaget,” katanya.


Menurut Andi Hamzah, aktivitas kemanusiaan yang dilakukan putranya merupakan perjuangan mulia yang didukung penuh keluarga.


“Kalau saya, ini urusan mulia. Dia suci karena ini sisi kemanusiaan. Keluarga sangat mendukung kegiatan kemanusiaan yang dilakukan karena itu baik,” ucapnya.


Ia menuturkan, Andi Angga dikenal sebagai sosok pendiam dan sabar. Putranya juga memiliki latar belakang pendidikan agama yang kuat setelah menempuh pendidikan selama enam tahun di Pondok Pesantren IMMIM Makassar.


“Dia anaknya pendiam, sabar. Dia besar di Pondok Pesantren IMMIM Makassar selama enam tahun. Mungkin dari situ dia banyak belajar agama dan kemanusiaan,” tuturnya.


Pihak keluarga juga menyebut lembaga kemanusiaan yang menaungi misi tersebut telah menjalin komunikasi melalui ibu Andi Angga yang berada di Makassar.


“Sementara ini sudah ada komunikasi melalui ibunya di Makassar,” katanya.


Diketahui, Andi Angga merupakan salah satu relawan asal Indonesia yang mengikuti pelayaran kemanusiaan menggunakan kapal Global Sumud Flotilla menuju Gaza. Kapal tersebut dilaporkan dicegat pasukan Israel di perairan Mediterania Timur.


Sebelumnya, suasana haru menyelimuti rumah keluarga Andi Angga di Desa Buntu Karya setelah kabar penahanan itu diterima keluarga pada Senin (18/5/2026) sore.


Andi Hamzah mengaku mengetahui kabar tersebut saat hendak menunaikan shalat maghrib setelah mendapat telepon dari anak keduanya, Aliya Izaura (32), yang tinggal di Kecamatan Belopa.


“Pas mau pergi berwudhu tiba-tiba ada telepon dari anak saya yang kedua menanyakan apakah saya sudah tahu kalau Angga juga ada di Gaza,” ujar Andi Hamzah.

Previous Post Next Post