Kasus Campak Meningkat di Luwu, 90 Anak Terpapar dan Dua Meninggal

LUWU – Kasus campak di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, menunjukkan tren peningkatan signifikan sejak Maret 2026. Lonjakan ini membuat pemerintah daerah menetapkan kondisi siaga dan memperkuat langkah penanganan di lapangan.



Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Luwu mencatat sebanyak 90 kasus campak telah ditemukan di sejumlah wilayah. Dari jumlah tersebut, dua anak dilaporkan meninggal dunia akibat komplikasi yang ditimbulkan.


Kepala Dinas Kesehatan Luwu, dr. Rosnawary, mengatakan peningkatan kasus ini telah menjadi perhatian serius pemerintah, menyusul adanya edaran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan.


“Kasus campak di Luwu memang mengalami peningkatan sejak Maret. Saat ini sudah tercatat 90 kasus, dengan dua kasus meninggal dunia,” ujarnya, Senin (13/4/2026).


Ia menjelaskan, penyebaran kasus paling banyak terjadi di wilayah utara Luwu, khususnya di Kecamatan Walenrang dan Walenrang Barat. Desa Lewandi dan Desa Lamasi menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi.


Menurut Rosnawary, mayoritas penderita merupakan anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Hal ini dinilai menjadi salah satu faktor utama cepatnya penularan di lingkungan masyarakat.


Sebagai langkah penanganan, Dinkes Luwu telah menginstruksikan seluruh puskesmas untuk meningkatkan pengawasan, termasuk melakukan pelacakan kasus secara aktif di tingkat desa.


Selain itu, pemerintah juga menggelar program Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi darurat campak yang menyasar anak usia 9 hingga 59 bulan.


“Langkah ini kami lakukan untuk memutus rantai penularan dan meningkatkan kekebalan anak-anak terhadap campak,” jelasnya.


Dinkes juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap gejala campak, seperti demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya bintik merah di kulit.


Orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat jika menemukan gejala tersebut guna mendapatkan penanganan lebih cepat.


Di sisi lain, upaya edukasi terkait pola hidup bersih dan sehat (PHBS) terus digencarkan, termasuk pentingnya imunisasi lengkap bagi anak.


Pemerintah daerah berharap, dengan langkah cepat dan keterlibatan masyarakat, penyebaran campak di Luwu dapat segera ditekan dan tidak meluas ke wilayah lain.

Previous Post Next Post