LUWU TIMUR – Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan (Kasat Intelkam) Polres Luwu Timur, AKP Muhammad Aswan Sahruddin, resmi dimutasi ke jabatan baru sebagai Panit 3 Subdit 1 Ditintelkam Polda Sulawesi Selatan setelah mengabdi selama kurang lebih tiga tahun satu bulan di wilayah Bumi Batara Guru.
Perpindahan tugas tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi di tubuh
Polri, sekaligus menandai berakhirnya masa pengabdian Aswan di Kabupaten Luwu
Timur yang selama ini dikenal memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas
keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Mahasiswa Luwu Timur (PP
IPMALUTIM), Haikun, menyampaikan bahwa sosok AKP Aswan meninggalkan kesan
tersendiri, khususnya bagi kalangan pemuda dan mahasiswa.
“Saya mengenal beliau kurang lebih dua tahun sejak dipercaya memimpin
organisasi ini. Dalam interaksi yang terbangun, beliau tidak hanya hadir
sebagai perwira polisi dalam kapasitas struktural, tetapi juga sebagai sosok
yang terbuka dan komunikatif,” kata Haikun dalam keterangannya, Kamis
(9/4/2026).
Menurut Haikun, pendekatan yang dilakukan Aswan selama bertugas dinilai
tidak kaku dan cenderung humanis. Hal tersebut terlihat dari cara membangun
komunikasi dengan berbagai elemen, termasuk organisasi kepemudaan.
Haikun menilai, kehadiran
AKP Aswan turut membuka ruang dialog yang konstruktif antara aparat keamanan
dan pemuda, sehingga tercipta hubungan yang lebih harmonis dalam menjaga
stabilitas sosial di tengah masyarakat.
“Hubungan yang terjalin tidak sekadar formalitas kelembagaan, tetapi juga
menghadirkan ruang belajar dan pertukaran gagasan. Ini yang menurut kami
menjadi nilai lebih,” ucapnya.
Meski demikian, Haikun juga mengakui bahwa dalam perjalanan pengabdian
tersebut terdapat dinamika dan tantangan yang dihadapi, sebagaimana lazimnya
dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Ia menyebut, tidak semua kebijakan atau langkah yang diambil dapat memenuhi
ekspektasi seluruh pihak. Namun, hal itu dinilai sebagai bagian dari proses
dalam menjalankan amanah sebagai aparat negara.
“Tentu sebagai manusia ada kekurangan. Mungkin dalam beberapa situasi ada
kebijakan yang belum sepenuhnya sesuai harapan atau komunikasi yang belum
menjangkau semua pihak. Namun kami melihat ada itikad baik, komitmen, dan
kesungguhan dalam menjalankan tugas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Haikun menilai peran AKP Aswan tidak hanya sebatas aparat
keamanan, tetapi juga sebagai mitra sosial yang mampu membangun kolaborasi
dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurut dia, pendekatan tersebut penting dalam menciptakan kesadaran
kolektif terkait keamanan dan ketertiban, yang tidak hanya menjadi tanggung
jawab aparat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
“Beliau mampu memposisikan diri sebagai mitra. Itu yang membuat komunikasi
lebih cair dan kolaborasi bisa berjalan,” tutur Haikun.
Mutasi ke jabatan baru di lingkungan Polda Sulawesi Selatan, lanjut Haikun,
merupakan bagian dari perjalanan karier yang patut diapresiasi. Ia berharap
pengalaman yang diperoleh selama bertugas di Luwu Timur dapat menjadi bekal
dalam mengemban tugas di tempat yang baru.
“Setiap perpindahan tugas bukan hanya soal jabatan, tetapi juga membawa
pengalaman dan nilai yang telah dibangun sebelumnya,” imbuhnya.
Selain itu, Haikun juga menyampaikan refleksi pribadi atas relasi yang
terjalin selama ini. Ia mengakui bahwa dalam setiap interaksi, tidak terlepas
dari kekurangan, baik dalam sikap maupun komunikasi.
Untuk itu, ia menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalin hubungan
terdapat hal-hal yang kurang berkenan.
“Saya pribadi memandang ini sebagai bagian dari proses pendewasaan. Jika
selama berinteraksi ada sikap atau ucapan yang kurang berkenan, saya menyampaikan
permohonan maaf,” jelasnya.
Diakhir pernyataannya, Haikun menegaskan bahwa perpisahan ini bukan sekadar
penutup dari sebuah masa tugas, tetapi juga menjadi bagian dari kenangan dan
pembelajaran yang berharga.
Ia berharap, jejak pengabdian yang telah ditorehkan AKP Aswan di Luwu Timur
dapat terus memberikan manfaat, serta menjadi amal kebaikan yang berkelanjutan.
“Semoga langkah beliau ke depan senantiasa diberkahi dan jejak kebaikan yang
pernah ditorehkan di Bumi Batara Guru menjadi sesuatu yang terus mengalir
manfaatnya,” karap Haikun.
