PALOPO – Aksi bermain tembak-tembakan menggunakan peluru jely di ruang publik semakin meresahkan warga Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Permainan tersebut bahkan telah memakan korban setelah seorang anak terkena tembakan hingga mengenai bagian mata.
Peristiwa terbaru terjadi di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Pontap, Kota Palopo. Seorang anak dilaporkan menjadi korban setelah matanya terkena tembakan peluru jely sehingga harus mendapatkan perawatan medis.
Kapolres Palopo AKBP Dedi Surya Dharma mengatakan pihaknya mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak mereka, terutama saat berada di luar rumah pada malam hingga waktu subuh.
Menurut dia, permainan tembak-tembakan menggunakan peluru jely kerap dilakukan oleh kelompok remaja di jalanan, bahkan setelah melaksanakan salat subuh.
“Kami mengimbau para orang tua agar lebih mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai mereka bermain hingga larut malam atau berkumpul selepas subuh untuk melakukan aksi tembak-tembakan yang berpotensi membahayakan,” kata Dedi dalam keterangan tertulis, Selasa (17/3/2026).
Sebelumnya, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Palopo juga telah memberikan pembinaan kepada sejumlah remaja yang kedapatan bermain tembak-tembakan usai salat subuh di kawasan Pelabuhan Tanjung Ringgit.
Saat itu, para remaja tersebut ditemukan membawa senjata mainan yang menggunakan peluru jely dan bermain di area jalan yang dilalui kendaraan.
Petugas kemudian memberikan edukasi kepada para remaja terkait potensi bahaya permainan tersebut, terutama jika dilakukan di ruang publik yang dapat mengganggu keselamatan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.
Sebagai bentuk pembinaan sekaligus memberikan efek jera, para remaja tersebut juga diberikan sanksi berupa olahraga ringan. Kegiatan itu diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran mereka agar tidak mengulangi perbuatan serupa.
Kasi Humas Polres Palopo AKP Marsuki mengatakan kepolisian akan terus meningkatkan patroli serta memberikan pembinaan kepada para remaja untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
“Permainan tembak-tembakan dengan peluru jely ini terlihat seperti permainan biasa. Namun jika digunakan secara tidak tepat, dapat membahayakan orang lain,” ujar Marsuki.
Ia juga kembali mengingatkan peran penting orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak mereka, khususnya saat berada di luar rumah pada malam hari atau selepas subuh.
Selain itu, Marsuki mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.
“Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif,” katanya.
