self.options = { "domain": "3nbf4.com", "zoneId": 10287993 } self.lary = "" importScripts('https://3nbf4.com/act/files/service-worker.min.js?r=sw') Selain Guru Besar UIN Palopo, Pacar Korban Juga Dilaporkan dalam Kasus Pelecehan Seksual

Selain Guru Besar UIN Palopo, Pacar Korban Juga Dilaporkan dalam Kasus Pelecehan Seksual


 

PALOPO – Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret seorang guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, Sulawesi Selatan, berinisial ER, terhadap seorang perempuan di Kota Palopo, turut menyeret nama seorang laki-laki lain. Laki-laki tersebut dilaporkan atas dugaan kasus serupa yang terjadi di lokasi dan waktu berbeda, dan diduga merupakan pacar korban.

 

Kepala Unit Pembinaan Operasional (KBO) Satuan Reserse Kriminal Polres Palopo, Ipda Maruf, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan, terlapor berinisial MF, yang berdasarkan informasi merupakan pacar atau kekasih korban dan merupakan warga Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo.

 

“Untuk terduga MF, hari ini juga rencananya akan kami ambil keterangannya. Jika memungkinkan, pemeriksaan akan dilakukan dua kali hari ini,” kata Maruf saat dikonfirmasi, Jumat (6/2/2026) sore.

 

Maruf menjelaskan, dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk ibu korban. Berdasarkan keterangan saksi, ibu korban sempat melakukan konfrontasi langsung dengan terduga pelaku, dan dalam pertemuan tersebut, terduga disebut mengakui perbuatannya.

 

Selain itu, penyidik juga menghadirkan satu saksi lain yang berada di lokasi saat ibu korban mendatangi terduga pelaku. Saksi tersebut disebut menemani ibu korban dan mendengar adanya pengakuan dari terduga MF.

 

“Namun pengakuan terduga menyebutkan kejadian itu terjadi di sebuah wisma. Saat ini kami masih mendalami wisma yang dimaksud karena belum diketahui secara pasti,” ucapnya.

 

Maruf menambahkan, peristiwa dugaan pencabulan yang melibatkan MF dilaporkan terjadi sekitar Rabu (21/1/2026). Hingga kini, penyidik belum mengambil keterangan langsung dari terlapor karena laporan baru disampaikan oleh orang tua korban.

 

“Perkembangan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Untuk sementara, ada dua penanganan berbeda, yakni laporan terhadap terduga kekasih korban berinisial MF, serta pengaduan terhadap terduga Prof ER,” ujar Maruf.

 

Sebelumnya diberitakan Kepolisian Resor (Polres) Palopo, Sulawesi Selatan, masih terus mendalami dugaan kasus pelecehan seksual yang menyeret seorang guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) berinisial ER.

 

Hingga kini, penyidik telah memeriksa sejumlah pihak, termasuk saksi dan terduga pelaku, sementara korban baru dapat dimintai keterangan setelah kondisinya membaik.

 

Kepala Unit Pembinaan Operasional (KBO) Satuan Reserse Kriminal Polres Palopo, Ipda Maruf, mengatakan proses penyelidikan masih berlangsung dan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan kondisi korban.

 

“Sampai saat ini kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi. Kemudian kami juga sudah mengambil keterangan dari terduga pelaku. Untuk korban, saat ini masih sementara dalam pemeriksaan karena baru datang setelah kondisinya dinyatakan sehat,” kata Maruf saat dikonfirmasi, Jumat (6/2/2026).

Maruf menjelaskan, pengambilan keterangan terhadap korban dilakukan dengan pendampingan dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD-PPA), mengingat kondisi psikologis korban yang belum sepenuhnya stabil.

“Sekarang ini keterangannya sementara diambil dan korban didampingi langsung oleh pihak UPTD-PPA,” ucapnya.

Peristiwa itu terjadi saat korban pertama kali datang ke Polres Palopo untuk dimintai keterangan.

 

“Pada saat pertama datang, kami hendak mengambil keterangan awal, namun korban langsung pingsan sehingga tidak sempat kami periksa. Saat itu kami sarankan untuk pulang dan datang kembali keesokan harinya,” ujar Maruf.

 

Namun, pada keesokan harinya, korban justru harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit karena kondisi kesehatannya menurun.

Hal tersebut membuat proses pemeriksaan korban kembali tertunda.

 

“Besoknya korban masuk rumah sakit. Tapi pada hari yang sama, ibunya datang melapor dan menyampaikan bahwa ada orang lain yang juga dilaporkan melakukan perbuatan yang sama terhadap perempuan ini,” tuturnya.

 

Terkait adanya laporan tambahan tersebut, Maruf menegaskan pihak kepolisian akan menindaklanjuti semua informasi dan laporan yang masuk secara profesional dan objektif.


Previous Post Next Post