self.options = { "domain": "3nbf4.com", "zoneId": 10287993 } self.lary = "" importScripts('https://3nbf4.com/act/files/service-worker.min.js?r=sw') Jembatan Merah Palopo Rusak, Warga Keluhkan Tambalan Sementara dan Minim Penerangan

Jembatan Merah Palopo Rusak, Warga Keluhkan Tambalan Sementara dan Minim Penerangan



PALOPO – Kondisi Jembatan Merah di Jalan Ahmad Razak, Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, memprihatinkan dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.


Pantauan di lokasi, Selasa (17/2/2026), sejumlah lubang berukuran besar terlihat menganga di bagian tengah jembatan. Beberapa di antaranya cukup dalam hingga memperlihatkan besi penyangga di bawah permukaan lantai jembatan. Aspal di sekitar lubang juga tampak retak dan terkelupas.


Achmad, warga sekitar, mengatakan kerusakan jembatan tersebut sudah berlangsung lama dan belum pernah diperbaiki secara menyeluruh. Menurut dia, perbaikan yang dilakukan selama ini hanya bersifat sementara dan tidak menyentuh struktur utama jembatan.


“Sudah lama itu rusak. Kalau diperbaiki sama pemerintah cuma ditambal,” ujar Achmad saat ditemui di sekitar jembatan.


Ia menilai tambalan menggunakan pasir tidak bertahan lama karena jembatan tersebut setiap hari dilalui kendaraan besar dan bermuatan berat. Padahal, di ujung jembatan telah terpasang rambu pembatasan beban maksimal 15 ton.


“Ini kan yang lewat kendaraan besar semua, jadi gampang rusak jembatan,” katanya sembari menunjuk truk yang melintas.


Selain lantai jembatan yang berlubang, sebagian pagar pembatas juga terlepas dan tampak miring. Achmad menyebut kondisi itu sangat membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua yang harus menghindari lubang sambil berhadapan dengan kendaraan dari arah berlawanan.


“Sering sekali jatuh pengendara motor di situ. Kalau pembatasnya itu rusak karena ditabrak, sampai sekarang belum juga diperbaiki,” tuturnya.


Menurut dia, pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari, arus lalu lintas di jalur tersebut cukup padat. Banyak kendaraan roda empat hingga truk pengangkut material melintas karena jalan itu menjadi salah satu akses penghubung antarwilayah di dalam kota.


Ia juga menyoroti tidak adanya lampu penerangan jalan di sekitar jembatan. Pada malam hari, kondisi gelap membuat lubang di badan jembatan sulit terlihat dan meningkatkan risiko kecelakaan, terlebih saat hujan turun dan permukaan jalan menjadi licin.


Beberapa pengendara yang melintas terlihat memperlambat laju kendaraan ketika memasuki area jembatan. Pengendara sepeda motor bahkan harus zig-zag untuk menghindari lubang, sehingga berpotensi bersenggolan dengan kendaraan lain.


Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kota Palopo, Yulianus, mengatakan pihaknya telah menjadwalkan pemeliharaan terhadap jembatan tersebut dalam waktu dekat.


“Untuk jembatan di Ahmad Razak akan dilakukan pemeliharaan dengan cara menambal lantai yang bolong di jembatan,” kata Yulianus saat dikonfirmasi.


Ia menjelaskan, pemeliharaan rutin dilakukan sesuai dengan kondisi lapangan dan ketersediaan anggaran. Namun, ia tidak merinci kapan perbaikan menyeluruh akan dilaksanakan maupun apakah akan ada evaluasi terkait pembatasan tonase kendaraan yang melintas.


Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan tambal sulam, melainkan perbaikan menyeluruh agar struktur jembatan lebih kuat dan aman dilalui. Mereka juga meminta pemasangan lampu penerangan serta penertiban kendaraan bertonase besar guna meminimalkan risiko kecelakaan di salah satu jalur vital di Kota Palopo tersebut.

Previous Post Next Post