PALOPO – Angin kencang yang melanda wilayah Kota Palopo, Sulawesi Selatan, pada Selasa (17/2/2026) dini hari menyebabkan sebuah pohon tumbang dan menutup badan jalan di Jalan Andi Kaddi Raja, Kelurahan Binturu, Kecamatan Wara Selatan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palopo, Andi Farid Baso Rachim, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 Wita saat cuaca ekstrem melanda kawasan tersebut.
“Jenis kejadian angin kencang. terjadi pohon tumbang di Jalan Andi Kaddi Raja dan menutupi badan jalan,” kata Andi Farid saat dikonfirmasi, Selasa pagi.
Lanjut Farid, lokasi kejadian berada di wilayah Lumandi, RT 01/RW 03, Kelurahan Binturu, dengan jarak sekitar 4,2 kilometer dari Posko BPBD Kota Palopo. Pohon yang tumbang dilaporkan melintang di tengah jalan sehingga sempat mengganggu arus lalu lintas warga yang hendak beraktivitas pada pagi hari.
Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan dalam peristiwa tersebut. BPBD memastikan kejadian tersebut murni disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem yang memicu angin kencang di wilayah itu.
Tim BPBD Kota Palopo melakukan kaji cepat dan penanganan darurat. Petugas kemudian menangani pohon tumbang menggunakan mesin gergaji (chainsaw) serta melakukan pembersihan material kayu dan ranting yang berserakan di badan jalan.
“Kami melakukan asesmen di lokasi sekaligus pembersihan agar akses jalan bisa kembali normal. Laporan kaji cepat juga telah kami buat sebagai bagian dari prosedur penanganan,” ucapnya.
Setelah proses pemangkasan dan pembersihan selesai, arus lalu lintas di Jalan Andi Kaddi Raja kembali lancar dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama pada musim penghujan. Warga juga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan pohon rawan tumbang atau kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan,” ujarnya.
Farid menambahkan, kesiapsiagaan dan respons cepat menjadi kunci dalam meminimalkan dampak bencana, terutama yang dipicu oleh faktor cuaca.
“Kami terus siaga dan berharap masyarakat juga proaktif melapor agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin,” ujarnya.
