self.options = { "domain": "3nbf4.com", "zoneId": 10287993 } self.lary = "" importScripts('https://3nbf4.com/act/files/service-worker.min.js?r=sw') Balai POM Palopo Uji Takjil Hari Pertama Ramadan di Lagota, Seluruh Sampel Bebas Bahan Berbahaya

Balai POM Palopo Uji Takjil Hari Pertama Ramadan di Lagota, Seluruh Sampel Bebas Bahan Berbahaya


PALOPO - Memasuki hari pertama Ramadan 1447 Hijriah 2026 Masehi, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palopo, Sulawesi Selatan, bergerak cepat memastikan keamanan pangan yang beredar di tengah masyarakat. Pemeriksaan intensif menyasar pusat penjualan takjil di kawasan Lagota, Pasar Sentral Palopo, yang setiap tahun menjadi titik keramaian warga menjelang waktu berbuka puasa.


Petugas Balai POM menyambangi satu per satu lapak pedagang, tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan edukasi langsung mengenai pentingnya menjaga keamanan pangan sejak tahap persiapan bahan, proses pengolahan, hingga penyajian kepada konsumen.


Kepala Balai POM di Palopo, Darman, menyatakan pengawasan ini merupakan bagian dari intensifikasi pengawasan pangan selama Ramadan. Langkah tersebut, menurutnya bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang berburu menu berbuka puasa.


“Ramadan adalah momen meningkatnya konsumsi pangan siap saji, khususnya takjil. Karena itu, kami melakukan pengawasan lebih intensif untuk memastikan pangan yang beredar aman dan memenuhi ketentuan,” kata Darman saat dikonfirmasi di sela-sela kegiatan edukasi kepada pedagang, Kamis (19/2/2026) sore.


Edukasi Higienitas hingga Pencegahan Cemaran

Dalam kegiatan itu, petugas mengingatkan pedagang agar selalu memperhatikan kebersihan tempat usaha, peralatan masak, serta higienitas penjamah makanan. Penggunaan sarung tangan, penutup kepala, dan penyimpanan bahan makanan secara terpisah menjadi beberapa poin yang ditekankan.


Menurut Darman, pencemaran pangan dapat terjadi karena berbagai faktor, mulai dari lingkungan yang kurang bersih hingga cemaran silang antar bahan makanan mentah dan matang.


“Kami tekankan pentingnya menjaga kebersihan dan memisahkan bahan mentah dari makanan siap saji. Ini krusial untuk mencegah kontaminasi yang bisa membahayakan kesehatan konsumen,” ucapnya.


Petugas juga menjelaskan bahaya penggunaan bahan tambahan pangan yang dilarang, seperti formalin dan boraks yang kerap disalahgunakan untuk memperpanjang masa simpan makanan, serta pewarna tekstil rhodamin B dan kuning metanil yang sama sekali tidak diperuntukkan bagi produk pangan.


“Kami mengingatkan pedagang agar tidak menggunakan bahan berbahaya seperti formalin dan boraks untuk memperpanjang masa simpan makanan. Begitu pula dengan pewarna tekstil seperti rhodamin B dan kuning metanil, itu bukan untuk pangan dan sangat berisiko bagi kesehatan konsumen,” ujarnya.

 

Uji Sampel di Laboratorium Keliling

Selain edukasi, Balai POM di Palopo melakukan pengambilan dan pengujian sampel terhadap sejumlah jajanan takjil. Beragam jenis makanan dan minuman diperiksa, mulai dari minuman berwarna mencolok, aneka kudapan tradisional, bakso, hingga lauk-pauk yang menjadi favorit masyarakat saat berbuka puasa.


Pengujian dilakukan secara langsung menggunakan mobil laboratorium keliling yang disiagakan di lokasi. Di dalam kendaraan tersebut, petugas melakukan uji cepat (rapid test) untuk mendeteksi kemungkinan kandungan bahan berbahaya.


“Hasil pemeriksaan hari ini menunjukkan seluruh sampel yang diuji negatif dari formalin, boraks, kuning metanil, dan rhodamin B,” tutur Darman.


Darman menambahkan, hasil tersebut menjadi indikator positif bahwa kesadaran pedagang terhadap keamanan pangan semakin meningkat. Meski demikian, pengawasan akan tetap dilakukan secara berkala sepanjang bulan Ramadan.


“Kami mengapresiasi para pedagang yang dinilai kooperatif selama proses pemeriksaan berlangsung. Para penjual takjil, terbuka saat petugas mengambil sampel dan menerima edukasi yang diberikan. Kami bersyukur para pedagang mendukung upaya ini. Pengawasan bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk memastikan masyarakat terlindungi dan usaha pedagang juga berjalan baik,” jelasnya.


Menurut Darman, keamanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga pelaku usaha dan masyarakat sebagai konsumen.


“Kami mengimbau warga untuk lebih cermat dalam memilih makanan, memperhatikan warna yang terlalu mencolok, aroma yang menyengat, atau tekstur yang tidak wajar.Jika masyarakat menemukan dugaan pangan yang mengandung bahan berbahaya, Balai POM membuka ruang pengaduan agar dapat segera ditindaklanjuti,” harapnya.

 

Pengawasan Berlanjut Selama Ramadan

Balai POM di Palopo memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan di sejumlah titik keramaian lainnya selama Ramadan. Pengawasan tidak hanya menyasar takjil, tetapi juga produk pangan olahan kemasan yang mengalami peningkatan permintaan menjelang Idul Fitri.


Darman menegaskan, intensifikasi pengawasan merupakan agenda rutin tahunan setiap Ramadan. Namun, pola pendekatan yang dilakukan kini lebih menekankan pada pembinaan dan edukasi.


“Kami ingin menciptakan ekosistem pangan yang aman. Harapannya, masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa khawatir terhadap keamanan makanan yang dikonsumsi,” jelasnya.


Dengan hasil uji yang menunjukkan seluruh sampel takjil bebas dari bahan berbahaya pada hari pertama Ramadan, Balai POM berharap kepercayaan publik terhadap keamanan pangan di Kota Palopo tetap terjaga sepanjang bulan suci.

Previous Post Next Post