LUWU – Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu sejak Rabu, (18/2/2026) sore hingga malam hari memicu banjir di Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Sedikitnya 32 rumah warga di dua desa terdampak akibat luapan sungai pada Kamis (19/2/2026) dini hari.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu, Andi Baso Tenriessa, mengatakan banjir terjadi sekitar pukul 01.15 Wita. Air sungai yang melintasi Desa Mario meluap setelah debitnya meningkat signifikan.
“Terjadi banjir di Kecamatan Ponrang pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.15 Wita. Penyebabnya adalah curah hujan tinggi di wilayah hulu sejak sore hingga malam, bersamaan dengan kondisi air pasang,” kata Andi Baso Tenriessa saat dikonfirmasi, Kamis pagi.
Menurut Baso, luapan sungai merendam permukiman warga dengan tinggi muka air (TMA) bervariasi antara 30 hingga 50 sentimeter.
"Dua desa yang terdampak adalah Desa Mario dan Desa Tirowali. Di Desa Mario, sebanyak 17 rumah warga terendam. Sementara di Desa Tirowali, tercatat 15 rumah terdampak genangan air," ucap Andi Baso.
“Data sementara yang kami terima dari staf Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Luwu serta aparat desa setempat, total ada 32 rumah yang terdampak. Tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan berat hingga saat ini,” tambah Andi Baso.
Andi Baso menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi terjadi cukup lama di wilayah hulu sungai.
"Kondisi tersebut diperparah dengan fenomena air pasang, sehingga aliran sungai tidak mampu menampung debit air dan akhirnya meluap ke permukiman warga," ujarnya.
Meski demikian, ia memastikan situasi terkini di lapangan sudah mulai membaik. Berdasarkan pemantauan BPBD Luwu dan laporan aparat desa, banjir berangsur surut pada Kamis siang.
“Kondisi mutakhir, cuaca di wilayah Kecamatan Ponrang dan sekitarnya terpantau cerah berawan. Air juga sudah berangsur-angsur surut,” tuturnya.
Petugas BPBD Luwu masih melakukan pemantauan di lokasi untuk memastikan tidak ada potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca di wilayah Luwu masih berpotensi berubah sewaktu-waktu.
Ia juga mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran sungai agar tetap waspada, terutama apabila hujan kembali mengguyur wilayah hulu dengan intensitas tinggi.
“Kami mengimbau warga tetap siaga dan segera melapor ke aparat desa atau BPBD jika terjadi peningkatan debit air secara signifikan. Koordinasi dengan pemerintah desa terus kami lakukan untuk memastikan keselamatan warga,” imbuhnya/
Banjir musiman kerap terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Luwu saat curah hujan tinggi, khususnya di daerah yang dilintasi aliran sungai dari wilayah hulu.
"Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan melalui pemantauan cuaca, sosialisasi kepada masyarakat, serta koordinasi lintas instansi," jelasnya.
Hingga laporan ini diturunkan, belum ada data terkait luas areal terdampak maupun taksiran kerugian akibat banjir tersebut. BPBD Luwu masih melakukan pendataan lanjutan bersama aparat desa setempat
Perkembangan situasi di Kecamatan Ponrang akan terus dipantau untuk mengantisipasi dampak lanjutan apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan.
