self.options = { "domain": "3nbf4.com", "zoneId": 10287993 } self.lary = "" importScripts('https://3nbf4.com/act/files/service-worker.min.js?r=sw') Ribuan Warga Luwu Utara Long March Desak Pembentukan Provinsi Luwu Raya

Ribuan Warga Luwu Utara Long March Desak Pembentukan Provinsi Luwu Raya


LUWU UTARA  – Ribuan warga dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, menggelar aksi konvoi dan long march pada Jumat (23/1/2026) pagi. Aksi tersebut digelar untuk mendesak pemerintah pusat agar segera merealisasikan pemekaran wilayah Luwu Raya menjadi provinsi baru.


Massa memulai aksi dari kawasan Tugu Coklat dan bergerak menuju Monumen Masamba Affair di pusat Kota Masamba. Sepanjang rute, peserta aksi memadati ruas jalan utama sambil membawa spanduk, poster, serta atribut berisi tuntutan pembentukan Provinsi Luwu Raya yang mencakup Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Luwu, dan Kota Palopo.


Wakil Ketua DPRD Luwu Utara, Karemuddin, yang turut hadir dalam aksi tersebut, menegaskan bahwa unjuk rasa itu merupakan bentuk perjuangan konstitusional masyarakat Luwu Raya. Ia menyebut tuntutan pembentukan provinsi baru lahir dari aspirasi rakyat, bukan kepentingan kelompok elite tertentu.


“Aksi ini adalah aksi damai dan aksi konstitusi, menuntut janji sejarah tentang pemekaran Provinsi Luwu Raya. Ini bukan perjuangan elit, tetapi perjuangan yang lahir dari nurani rakyat Tana Luwu,” kata Karemuddin saat dikonfirmasi di lokasi, Jumat.


Menurut Karemuddin, pembentukan Provinsi Luwu Raya menjadi kebutuhan mendesak untuk menjawab persoalan ketimpangan pembangunan antarwilayah, khususnya di kawasan timur Indonesia. Ia menilai, selama ini masyarakat Luwu Raya masih menghadapi keterbatasan akses pelayanan publik akibat rentang kendali pemerintahan yang terlalu jauh.


“Apa yang kami tuntut adalah keadilan wilayah, keadilan pembangunan, dan keadilan kemanusiaan. Provinsi Luwu Raya adalah sebuah keharusan untuk menjawab persoalan tersebut,” ucapnya.


Aksi unjuk rasa ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-80. Momentum tersebut dimaknai peserta aksi sebagai pengingat sejarah panjang perjuangan rakyat Tana Luwu, sekaligus penegasan aspirasi lama yang hingga kini belum terealisasi.


Dalam aksinya, massa menyuarakan bahwa pembentukan Provinsi Luwu Raya bukan sekadar tuntutan administratif, melainkan bagian dari upaya mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mereka menilai luas wilayah, kondisi geografis yang beragam, serta potensi sumber daya alam yang besar menjadi dasar kuat bagi Luwu Raya untuk berdiri sebagai provinsi sendiri.


Sejak pagi hari, konvoi kendaraan roda dua dan roda empat yang mengiringi long march menyebabkan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama Kota Masamba mengalami kemacetan total. Kendaraan dari dua arah terpaksa berhenti sementara hingga massa melintasi jalur tersebut. Aparat kepolisian tampak melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas guna menjaga situasi tetap kondusif.


Ketua DPRD Luwu Utara, Husain, mengatakan bahwa aksi tersebut bukanlah akhir dari perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya. Menurut dia, setelah unjuk rasa ini akan ada langkah-langkah lanjutan yang ditempuh oleh seluruh elemen masyarakat dan tokoh perjuangan di wilayah Luwu Raya.


“Setelah aksi ini, semua elemen akan bergerak sesuai dengan kapasitas dan posisinya masing-masing. Ada yang bergerak di jalur politik, jalur budaya, dan jalur masyarakat sipil,” ujar Husain.


Ia mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, sejumlah perwakilan masyarakat dan tokoh se-Luwu Raya berencana menemui Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk menyampaikan langsung aspirasi pembentukan Provinsi Luwu Raya.


“Kami tentu akan berkomunikasi dan membuka akses agar Datu Luwu dapat dipertemukan dengan Presiden Prabowo Subianto,” kata Husain.


Menurut Husain, tuntutan pembentukan Provinsi Luwu Raya juga berkaitan dengan janji sejarah negara. Ia menyebut Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, pernah menyampaikan komitmen terkait pembentukan provinsi di Tana Luwu kepada Datu Luwu saat itu, Andi Djemma.


“Oleh karena itu, Datu Luwu saat ini, Sri Paduka Andi Maradang Mackulau, direncanakan akan menemui Presiden Prabowo Subianto untuk menagih janji negara tersebut agar Provinsi Luwu Raya dapat diwujudkan,” ujarnya.


Husain menegaskan bahwa seluruh rangkaian perjuangan akan tetap ditempuh melalui cara-cara damai dan konstitusional. Ia berharap pemerintah pusat dapat merespons aspirasi masyarakat Luwu Raya dan menjadikan pemekaran wilayah sebagai bagian dari strategi pemerataan pembangunan nasional.


Hingga siang hari, aksi unjuk rasa berlangsung tertib dan kondusif. Massa secara bergantian menyampaikan orasi sebelum akhirnya membubarkan diri. Situasi keamanan di Kota Masamba tetap terkendali meski sempat terjadi kemacetan panjang akibat aktivitas unjuk rasa tersebut.

Previous Post Next Post