PALOPO - Keluarga Besar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palopo menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Asshabirin Lapas Palopo, Kamis (29/1/2026). Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WITA dan berlangsung hingga selesai.
Peringatan Isra Mi’raj tersebut diikuti oleh jajaran petugas Lapas serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan berlangsung khidmat dan menjadi momentum refleksi spiritual dalam memperkuat keimanan sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan sebagai bagian dari proses pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan tilawah yang dibawakan oleh WBP. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Kepala Lapas Kelas IIA Palopo yang diwakili oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik).
Kepala Lapas Kelas IIA Palopo, Jose Quelo, dalam keterangannya menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj memiliki makna penting, khususnya dalam membangun kesadaran spiritual dan pembentukan karakter warga binaan.
“Peringatan Isra Mi’raj ini menjadi momentum bagi kita semua, khususnya Warga Binaan, untuk memperkuat keimanan dan memperbaiki diri. Kami berharap nilai-nilai spiritual yang diperoleh hari ini dapat menjadi bekal dalam menjalani proses pembinaan, sehingga ke depan mereka mampu kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujar Jose Quelo.
Ia menambahkan, pembinaan spiritual merupakan salah satu aspek penting dalam sistem pemasyarakatan yang bertujuan membentuk warga binaan agar tidak hanya patuh terhadap aturan, tetapi juga memiliki kesadaran moral dan religius.
Dalam kesempatan tersebut, ceramah agama disampaikan oleh Ustad Drs. Bachtiar Nawir, S.Ag., M.H., penyuluh dari Kementerian Agama Kota Palopo. Dalam tausiyahnya, Ustad Bachtiar mengajak seluruh jamaah untuk meneladani perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj serta menjadikan shalat sebagai fondasi utama dalam perubahan diri.
“Isra Mi’raj mengajarkan kita bahwa perubahan hidup dimulai dari shalat. Siapa yang menjaga shalatnya, insya Allah Allah akan menjaga hidupnya. Tidak ada manusia yang sempurna, tetapi setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri,” tutur Bachtiar Nawir di hadapan jamaah.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa Isra Mi’raj sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagi warga binaan yang tengah menjalani proses pembinaan di Lapas.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh penyuluh agama dari Kementerian Agama Kota Palopo, pejabat struktural dan staf Lapas Kelas IIA Palopo, serta seluruh WBP. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau tertib, aman, dan penuh kekhusyukan.
Secara keseluruhan, peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 2026 di Lapas Kelas IIA Palopo berjalan lancar dan kondusif. Melalui kegiatan keagamaan ini, pihak Lapas berharap pembinaan spiritual dapat terus menjadi penguat karakter warga binaan sekaligus mempertegas komitmen Lapas Palopo dalam mewujudkan pembinaan yang humanis, berkelanjutan, dan berorientasi pada perubahan perilaku positif.
