JAKARTA – Bank DBS Indonesia menyalurkan fasilitas pembiayaan sustainable pre-shipment senilai 20 juta dolar AS kepada Sucden Coffee Indonesia guna memperkuat akses permodalan bagi petani kopi dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Tanah Air.
Fasilitas pembiayaan ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan modal kerja jaringan pemasok Sucden, khususnya pada tahap pra-ekspor, sehingga diharapkan mampu meningkatkan likuiditas petani kecil serta memperluas akses mereka ke pasar domestik maupun internasional.
Head of Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Anthonius Sehonamin, mengatakan kemitraan ini mencerminkan komitmen DBS dalam memperkuat rantai pasok pertanian nasional melalui pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kolaborasi ini sejalan dengan aspirasi kami menjadi Best Bank for a Better World. Kami ingin berkontribusi nyata dalam membangun industri kopi Indonesia yang berdaya saing sekaligus memperkuat ketahanan petani kopi lokal,” ujar Anthonius dalam keterangan tertulis, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan, pembiayaan pre-shipment memungkinkan petani dan UMKM memperoleh dana lebih awal sebelum proses ekspor berlangsung. Dengan demikian, arus kas menjadi lebih stabil dan risiko usaha dapat ditekan, terutama di tengah dinamika harga komoditas global.
Skema pembiayaan tersebut juga sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM, yang menekankan pentingnya kemudahan akses pembiayaan dan perluasan pasar bagi pelaku usaha kecil.
Disisi lain, dukungan pembiayaan ini turut memperkuat visi keberlanjutan jangka panjang Sucden Group hingga tahun 2050, serta target antara yang ditetapkan pada 2025. Target tersebut antara lain mencakup pelatihan rutin bagi petani kecil terkait praktik pertanian yang baik serta peningkatan proporsi kopi bersertifikat atau terverifikasi berkelanjutan dalam volume perdagangannya.
Chief Financial Officer Sucden Coffee, Elliott Commissaire, menilai fasilitas ini akan memperkuat kemampuan perusahaan dalam memberikan dukungan finansial tepat waktu kepada para pemasoknya.
“Pembiayaan ini membantu kami memastikan petani kecil mendapatkan dukungan yang dibutuhkan untuk membangun rantai nilai kopi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Kami mengapresiasi kemitraan dengan Bank DBS Indonesia dalam mewujudkan tujuan tersebut,” kata Elliott.
Pembiayaan kepada Sucden Coffee Indonesia merupakan bagian dari strategi Bank DBS Indonesia dalam memperluas solusi keuangan berkelanjutan. Sebelumnya, DBS juga menyalurkan pendanaan melalui skema blended finance kepada Adena Coffee, sebuah wirausaha sosial yang bergerak di bidang produksi kopi berkelanjutan. Adena Coffee juga tercatat sebagai penerima DBS Foundation Grant Program 2024.
Sebagai bank yang mengusung pendekatan berbasis tujuan, Bank DBS Indonesia terus mendorong dunia usaha untuk mengadopsi praktik berkelanjutan melalui inovasi keuangan. Komitmen tersebut mengantarkan Bank DBS Indonesia meraih sejumlah penghargaan, di antaranya Best Sustainable Bank – Indonesia dari FinanceAsia Awards 2025, Best Bank for Sustainable Finance dari Global Finance Sustainable Finance Awards 2025, serta Indonesia’s Best Bank for ESG pada Euromoney Awards for Excellence 2024.
