MAKASSAR – Festival B2SA Fest 2025 yang digelar di Gedung Mulo Makassar menghadirkan kreativitas berbagai daerah dalam mengolah pangan lokal menjadi hidangan bernilai komersial. Dalam kegiatan yang diselenggarakan TP-PKK Sulawesi Selatan bersama Dinas Ketahanan Pangan itu, TP-PKK Kabupaten Luwu tampil menonjol lewat inovasi menu berbahan dasar sagu dan tuna.
TP-PKK Luwu menyajikan sagu tuna saus kuning patikala serta sagu lava brownies. Pada lomba live cooking MPASI kreatif, tim ini juga menampilkan olahan tuna labubu, bubur ayam woku, dan sweet banana yang seluruhnya mengutamakan bahan lokal.
Ketua TP-PKK Sulawesi Selatan, Naoemi Octarina Sudirman, dalam sambutannya menekankan pentingnya pemanfaatan pangan lokal sebagai konsumsi sehari-hari. Ia menyebut buah dan sayur lokal tak kalah sehat dibandingkan produk impor.
“Jadi kita tidak harus beli yang impor, karena buah lokal juga sehat. Harapannya dapur-dapur MBG di Sulawesi Selatan bisa mengambil suplai dari pangan lokal kita,” ujarnya.
Ia juga mengajak ibu hamil dan ibu yang memiliki bayi atau balita untuk aktif mengikuti kegiatan memasak dalam festival ini agar mampu menyajikan makanan sehat di rumah masing-masing.
Festival ini menjadi wadah mendorong inovasi daerah dalam mengembangkan pangan lokal agar memiliki daya saing. Asisten Administrasi Setda Sulawesi Selatan, Hj. Astina Abbas, menilai kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola pangan B2SA.
“Festival ini harus menjadi gerakan berkelanjutan untuk penguatan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
