LUWU UTARA – Seorang guru Ngaji yang juga imam masjid di Dusun Tambaksari, Desa Harapan, Kecamatan Mappedeceng, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Minggu (10/3/2024) siang, kaget saat tiba di rumahnya sepulang membaca doa jelang Ramadhan.
Imam masjid yang juga guru mengaji tersebut bernama Suparlan (35), saat tiba di rumahnya terheran dengan banyaknya warga berkumpul di rumahnya.
“Saya heran kok banyak orang datang dan berkumpul ada apa sebenarnya ini, kenapa banyak orang,” kata Suparlan.
Suparlan yang terus mendekati rumahnya baru tahu kalau warga yang datang tak lain adalah bergotong royong memperbaiki rumahnya.
“Ternyata ada bantuan dari Allah yang disampaikan melalui bapak dan para tetangga saya,” ucap Suparlan yang akrab disapa bapak Amar.
“Saya sangat berterimakasih atas perhatian bapak Bhabinkantipmas, bapak kepala desa serta warga yang sudah dengan sukarela membantu saya meskipun tanpa saya minta, semoga bantuan ini bisa bernilai Ibadah dan diganjar dengan pahala yang berlimpah oleh Allah,” ujar Suparlan.
Suparlan menuturkan jika kondisi rumahnya selama ini terutama jika hujan deras maka semua yang ada di dapur basah karna kondisi atap yang cuma tinggal lidinya saja.
“Sebenarnya sudah lama saya mau ganti pak tapi kondisi keuangan saya belum mampu untuk mengganti atap dapur saya. Ya syukur alhamdulillah. Sekarang saya bisa bernafas lega karna saya sudah tidak perlu khawatir lagi jika hujan turun,” tutur Suparlan.
Perbaikan rumah terutama bagian dapur imam masjid tersebut berawal dari adanya laporan warga terkait rumah salah seorang warga yang sangat memprihatinkan, apalagi warga tersebut kesehariannya adalah seorang imam masjid dan juga seorang guru Ngaji.
Menanggapi laporan tersebut, Bripka Rahmad Adnur. Bhabinkamtibmas DesaHarapan, langsung turun tangan bersama pemerintah serta masyarakat berembuk guna mencarikan solusi demi membantu sang Imam masjid tersebut, terlebih lagi memasuki bulan suci Ramadan yang tinggal menghitung hari.
“Tanpa menunggu lama Kades Harapan pak Wendri bersama warga, kami langsung bergotong royong untuk memperbaiki atap rumahnya dengan melapisi karet talang bekas namun masih layak pakai demi menutupi atap yang tingkat kerusakan nya sangat parah,” jelas Rahmad.
“Sebelumnya kami baru saja bergotong royong membersihkan Pos Sat Kamling di Dusun Tambak Sari, setelah itu ada warga yang datang memberi tahu jika rumah pak Imam Masjid sudah tidak layak lagi bagian atapnya,” tambah Rahmad.
Kepala Desa Harapan, Wendri mengatakan terkait rumah Suparlan atau Imam Masjid yang juga guru mengaji, pihaknya sudah mengusulkan untuk dibedah.
“Kami sudah mengusulkan bantuan bedah rumah kepada pemerintah Kabupaten Luwu utara, semoga dapat cepat terealisasi. Makanya untuk sementara waktu ini kami coba tutupi dengan menggunakan talang mengingat kondisi cuaca yang kerap terjadi yakni hujan,” imbuh Wendri.
