Susur Sungai Jelang Festival Sungai Malili Petugas Temukan Barang Ilegal

Susur Sungai Jelang Festival Sungai Malili Petugas Temukan Barang Ilegal

LUWU TIMUR – Jelang Festival Sungai Malili 10 Desember 2022, DLH Luwu Timur bersama PT CLM, BPBD, KPHP Angkona serta Polres Luwu Timur melakukan Kegiatan Susur Sungai Pongkeru 


Penyusuran Daerah Aliran Sungai Pongkeru ini untuk mencari penyumbang kekeruhan Sungai Pongkeru,  sebab beberapa hari belakangan ini sungai Malili keruh. Sabtu(03/12/2022) .


Tim gabungan ini melakukan penelusuran Sejak pukul 9 Pagi dan berakhir Pukul.16.00 Wita dengan menggunakan 4 Buah Perahu Bala – Bala.


Misi investigasi ini berjalan seru dan menantang adrenalin,  sebab semakin jauh perahu mengarah ke hulu sungai tekanan arus air semakin kuat.


Satu unit perahu Bala – Bala berkekuatan mesin 5 VK menyerah tidak bisa melanjutkan misinya. Perahu tersebut balik kanan kembali ke titik star awal.


Lima kilo perjalanan situasi di seputaran DAS Pongkeru aman,  beberapa bukaan lahan warga untuk berkebun tidak terlihat limpasan air keruh yang masuk ke Sungai Pongkeru.


Beberapa anak sungai juga tampak jernih, demikian juga dengan bekas jalan tikus yang digunakan untuk aktivitas ilegal loging tidak terdapat aliran air yang keruh masuk kesungai .


Sekitar 10 KM keatas situasi mulai tidak normal. Tim menemukan ada aktivitas pembalakan liar. 


Jufri Petugas dari KPHP Angkona mengatakan pembalakan tersebut berada dalam Kawasan Hutan Produksi.


Di lokasi tersebut berdiri sebuah rumah, saat didatangi  rumah tersebut tanpa penghuni, namun ada segelas kopi yang masih panas.


Ditempat itu juga terdapat 2 Unit Genset, Satu buah Mesin Censo, Satu Buah Gurinda, dan Satu Unit Mesin Las .


Disekitarnya banyak terdapat kayu yang sudah diolah menjadi Papan, dan balok .


Tak jauh dari pondokan tersebut sudah terbangun sebuah jalan panjang sekira 4 meter lebarnya mengarah masuk kedalam hutan, dari bekasnya bisa di tebak Pembangunan jalan untuk aktivitas ilegal loging ini menggunakan alat berat.


Pengupasan permukaan tanah menggunakan alat berat tersebut diduga kuat sebagai salah satu penyumbang kekeruhan di aliran Sungai Pongkeru.


Jalan ilegal loging ini banyak membentuk lubang kubangan yang menampung air berwarna kemerahan. Jika hujan lebat air ini akan tumpah ke Aliran Sungai Pongkeru.


Mesin Genset,Censo, Mesin Las dan Gurinda langsung diangkut kedalam perahu lalu diamankan ke Polres Luwu Timur.


Sejatinya tim masih ingin melanjutkan lagi perjalanannya menyusuri Sungai Pongkeru, namun cuaca tiba – tiba tidak bersahabat , air hujan sudah mulai turun. Sehingga tim memutuskan untuk kembali ke titik star awal .


”Hari ini setidaknya kita sudah mengenal kondisi medannya, dan kegiatan penelusuran sungai ini belum tuntas. Cuaca tidak mendukung sehingga kita hentikan penelusuran sungainya. Hari ini kita juga sudah menemukan ada aktivitas pembalakan yang diduga sebagai salah satu penyumbang kekeruhan di Sungai Pongkeru.


Oleh petugas dari KPHP Angkona sudah mendapatkan titik koordinatnya, dan sudah pula mendokumentasikannya sebagai bukti temuan dan dari pihak Polres juga sudah mengamankan barang buktinya, Selanjutnya kegiatan penyusuran sungai Pongkeru ini akan dijadwalkan lagi. Tentu dengan persiapan yang lebih matang lagi,” jelas Absar . Kabid Penataan dan Penataan Lingkungan DLH Lutim. (SON)

Previous Post Next Post