Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia, Mahasiswa Desak Kejari Palopo Tuntaskan Kasus Korupsi yang Sedang Ditangani

Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia, Mahasiswa Desak Kejari Palopo Tuntaskan Kasus Korupsi yang Sedang Ditangani

PALOPO – Peringati  Hari Anti Korupsi Sedunia 2022, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Mahasiswa Pemuda dan Masyarakat Anti Korupsi (Gempar) Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Jumat (9/12/2022) sore berunjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Palopo.


Jenderal aksi Lapangan (Jenlap) Rahmil Hermawan mengatakan unjuk rasa menuntut Kejari Palopo segera menuntaskan kasus dugaan korupsi yang ditanganinya dan belum tuntas seperti pembangunan replika Kabah Masjid Agung Luwu-Palopo dan  dugaan korupsi di DPRD Kota Palopo.  


“Kami mendesak Kejari Palopo untuk segera menuntaskan kasus dugaan korupsi yang selama ini ditangani tapi belum tuntas, seperti kasus pembangunan replika Kabah Masjid Agung Luwu-Palopo, dugaan mafia tanah Islamic Centre dan Joki CPNS,” kata Rahmil saat dikonfirmasi di lokasi, Jumat (9/12/2022) 


Menurut Rahmil, belum tuntasnya kasus-kasus yang ditangani pihak Kejari Palopo yang sudah memakan waktu cukup lama membuat mereka meminta kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan untuk mencopot Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Palopo.


“Kami minta Kejati Sulsel untuk mencopot saja Kejari Palopo karena tidak serius menangani kasus korupsi,” ucap Rahmil.


Dalam aksi ini, mahasiswa berupaya untuk menemui Kajari Palopo namun tidak ada ditempat.


Sebelumnya diberitakan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Palopo, menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi pembangunan gedung replika Kabah Masjid Agung Luwu-Palopo. yang menjadi kebanggan masyarakat khususnya Kota Palopo ini, diduga di-mark up saat proyek tersebut dibangun pada 2021, yang didanai melalui APBD Kota Palopo senilai Rp 5 Miliar lebih.


Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Palopo mengatakan, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan yang menerima pengaduan adanya dugaan mark up tersebut, meminta Kejari Palopo untuk melakukan penyelidikan.


"Iya benar. Kejati meneruskan ke kami karena locusnya di Palopo. Tapi kami masih melakukan pengumpulan data dan keterangan," kata Stanislaus Yoseph, saat dikonfirmasi, Sabtu (5/11/2022).


Lanjut Stanislaus Yoseph, proyek pembangunan replika Kabah Masjid Agung Luwu-Palopo tersebut dikerjakan CV Fatimah Mitra Perkasa.

 

Item pekerjaannya terdiri dari dua item, di antaranya pembangunan aula konstruksi 2 lantai dengan luas 13x24 meter, dan pembangunan miniatur Kabah dengan luas 1.500 meter persegi menggunakan konstruksi beton.


"Anggarannya Rp 5.8 Miliar menggunakan APBD tahun 2021, dan laporan yang kami terima terjadi markup. Dugaan ini masih kami selidiki," ucap Stanislaus Yoseph.


Previous Post Next Post