Warga Rante Balla, Blokade Akses Jalan Perusahaan Tambang PT MDA
INSPIRASI TIMUR INDONESIA

LUWU - Warga Desa Rante Balla, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan memblokade jalan menuju basecamp PT Masmindo Dwi Area (MDA), Rabu (31/8/2022).

Aksi blokade jalan ini berlangsung sejak Senin (29/8/2022) malam, mereka mendirikan tenda tepat di tengah jalan. 

Warga menuding PT MDA ingkar janji untuk mengutamakan warga lokal menjadi karyawan.

Karyawan yang direkrut perusahaan tambanh emas ini berasal dari luar daerah. Mereka menyebut saat perusahaan ini akan membeli lahan masyarakat, mereka berjanji akan mengutamakan warga Rante Balla, diangkat jadi karyawan.

"Tapi setelah lahan kami dibeli dengan harga murah, anak-anak muda yang masih produktif di desa kami tidak diangkat jadi karyawan, itu yang membuat kami kecewa," kata Iron, warga Rante Balla, Rabu (31/8/2022).

Iron juga menuding PT MDA mengabaikan keamanan dan kesehatan lingkungan. Selama puluhan tahun perusahaan tambang emas ini berdiri di Rante Balla, pihak perusahaan tidak pernah membuka analisis dampak lingkungan atau Amdalnya ke publik.

"Air sungai kami sudah tercemari. Kami juga tidak tahu seperti apa AMDAL perusahaan ini karena mereka tidak pernah buka ke publik. Kami hanya ingin bertahan hidup di kampung kelahiran. Kalau perusahaan membeli lahan kami dengan harga murah, ke mana kami nantinya," ujarnya.

Mereka kembali menegaskan agar perusahaan tambang emas ini mengutamakan warga lokal menjadi karyawan, atau jadi suplayer.

"Biar nantinya keluarga kami bisa bertahan hidup setelah lahannya dikuasai PT MDA," katanya.

Previous Post Next Post