Adi Rasyid Ali Lantik Muhtar Jaya Ketua Pengcab IOF Luwu Utara
INSPIRASI TIMUR INDONESIA

LUWU UTARA - Pengurus Cabang (Pengcab) Indonesia Off-Road Federation (IOF) Kabupaten Luwu Utara periode 2020-2024 telah dilantik.


Ketua Pengcab IOF Luwu Utara, Muhtar Jaya (MJ) dan pengurus dilantik oleh Ketua Pengda IOF Sulawesi Selatan Adi Rasyid Ali (ARA).

Pelantikan di Aula Lagaligo Kantor Bupati Luwu Utara, Jl Simpurusiang, Masamba, Kamis (25/8/2022) disaksikan Bupati Luwu Indah Putri Indriani.

Ketua Panitia, Oghi, mengatakan, pelantikan dirangkaikan dengan Overland Wisata dan Kemanusiaan. 

"120 offroader ambil bagian dalam kegiatan ini," kata Oghi.

Para offroader dari berbagai daerah di Sulsel, Sulbar, dan Sulteng, menjelajahi lokasi bekas banjir bandang di Kecamatan Masamba dan Baebunta.

Selain itu, mereka juga membagi sembako dan camping ground di Obyek Wisata Permandian Air Panan Pincara, Desa Pincara.

Ketua Pengcab IOF Luwu Utara, Muhtar Jaya, mengatakan pengurusnya punya latar belakang beragam, mulai dari petani, pengusaha hingga pejabat namun semua adalah pecinta otomotif.

Beragamnya latar belakang pengurus membuktikan bahwa IOF adalah organasasi yang terbuka. "Kami berasal dari latar belakang berbeda, ini membuktikan IOF terbuka untuk siapa saja, buka hanya elit," katanya.

Sejauh ini, IOF selalu hadir dalam aksi kemanusian. Seperti saat banjir bandang melanda Luwu Utara 2020 lalu. "Sekecil apapun IOF akan selalu hadir untuk kegiatan sosial," tuturnya.

Adapun Adi Rasyid Ali saat sambutan menegaskan bahwa IOF bukan organisasi kaleng-kaleng. Ketua IOF Sulsel pertama adalah Halim Kalla. "Saudara dari Jusuf Kalla," ungkap Adi Rasyid Ali.

Selepas Halim Kalla, IOF dua periode dipegang mantan Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Numang kemudian dilanjutkan oleh dirinya. "IOF ini organisasi bukan kalang-kaleng," kata Adi Rasyid Ali yang juga Wakil Ketua DPRD Makassar.

Dalam sambutannya, ia mengenang ketika banjir bandang melanda Luwu Utara. Pada saat itu, dia dan pengurus terjun langsung ke lokasi.

BMenjangkau Desa Maipi yang ketika itu terisolasi. "Saya sendiri yang membawa orang sakit ke rumah sakit, meskipun takdir, saya mendapat kanlbar dia meninggal saat subuhnya," kenang dia.

Ia meninta pengurus IOF Luwu Utara selalu peduli dengan bencana. "IOF bukan organisasi kongko-kongko saja, memang harus penduli pada bencana, ada bencana turun," paparnya.

Kepedulian IOF saat banjir bandang diakui Bupati Luwu Utara. Indah kemudian mengajak IOF untuk terus peka terhadap bencana yang melanda.

Indah di kesempatan itu mempersembahkan pantun bagi pengurus dan undangan diakhir sambutannya.


Previous Post Next Post