Setelah Disegel 2 Bulan, SDN 356 Papakaju Kembali Dibuka
INSPIRASI TIMUR INDONESIA

 

LUWU - Murid di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 356 Desa Papakaju, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan,  Sabtu (11/6/2022) pagi, kembali melakukan aktivitas belajar mengajar setelah sekolah tersebut dibuka  pasca sekolah disegel.

Sekolah yang sempat disegel berhasil dibuka setelah melalui mediasi antara pihak yang mengklaim sebagai lahan milik dan kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu serta pihak sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu, Hasbullah Bin Mus mengatakan warga yang mengklaim sebagai lahannya memberikan kembali sekolah dibuka setelah dilakukan komunikasi secara humanis sehingga  dengan ikhlas membuka kembali.

“Jadi sejak kemarin, Jumat (10/6/2022) kemarin sekolah sudah dibuka dan langsung ditempati untuk proses belajar mengajar, jadi teman-teman kepala sekolah dan guru tidak usah kuatir, ini tanggung jawab Dinas Pendidikan,” kata Hasbullah saat dikonfirmasi, Sabtu (11/6/2022).

Baca : SDN 356 Papakaju Luwu Disegel, Ujian Sekolah Dialihkan ke Rumah Guru

Lanjut Hasbullah, instansi Dinas Pendidikan mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak.

“Tidak ada alasan, anak-anak tidak boleh ditelantarkan, harus masuk sekolah sesuai dengan harapan kita semua termasuk orang tua anak didik, meskipun ada hal-hal lain yang perlu dibicarakan,” ucap Hasbullah.

Keceriaan wajah kepala sekolah, guru dan siswa nampak saat mereka menempati kembali sekolahnya untuk belajar, mereka bersalam memasuki ruang kelas, menyalami guru, mengaji dan bernyanyi lagu guru pahlawan tanpa tanda jasa hingga belajar dengan tenang.

Kepala Sekolah SDN 356 Papakaju, Mulyana mengatakan sejak dibuka sekolah langsung digunakan.

“Alhamdulillah mulai kemarin sekolah dibuka, dan sejak dibuka aktivitas dilakukan bersih bersih sebelum belajar, dan hari Sabtu (11/6/2022) ini aktivitas belajar normal dengan penuh suka cita riang gembira,” ujar Mulyana.

Pembersihan sekolah juga dilakukan pemerintah setempat, warga dan pihak sekolah seperti mencabut pisang yang sempat ditanam, memindahkan palang dari pohon kayu dan membersihkan rumput.

“Pembersihan dilakukan bersama agar murid terjaga keselamatan dan kenyamanan di sekolah,” tutur Mulyana.

Previous Post Next Post