Hari Raya Nyepi, Pengarakan Ogoh-ogoh Dilarang, Aliansi Pemuda Luwu Timur Protes PHDI
INSPIRASI TIMUR INDONESIA

LUWU TIMUR -  Aliansi Pemuda Luwu Timur (APTT) merespon Surat Edaran Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Luwu Timur yang dalam pengambilan keputusan pada  momentum perarayaan Hari Raya Nyepi tahun baru Saka 1944.

Momentum perarayaan hari raya Nyepi kali ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya dengan pelarangan pengarakan ogoh-ogoh di kabupaten Luwu Timur. Hal ini sangat di sayangkan dan bertentangan dengan surat edaran PHDI Kabupaten Luwu Timur dengan melarang aktifitas pengarakan ogoh-ogoh.

Koordinator Aliansi  APTT Komang Jordi dalam rilisnya yang diterima mengatakan perayaan kali ini sangat dinanti-nanti oleh umat Hindu di seluruh Indonesia dengan menjalankan tradisi, budaya, dan adat yang dimiliki umat  Hindu. 

“Merujuk pada surat edaran Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat NOMOR: 37A/PHDI Pusat/I/2022 tentang perayaan hari suci nyepi tahun baru saka 1944 Tahun, bahwa tidak ada larangan dalam melakukan pengarakan ogoh-ogoh namun berbanding terbalik dengan surat edaran Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Luwu Timur Nomor : 02/PHDI-LT/I/2022 yang di dalam poinya melarang pengarakan Ogoh-ogoh,” tulis Komang Jordi dalam rilis yang diterima.

Menurut Komang Jordi ada diskriminasi dan pengecualian kepada umat Hindu yang ada di Kabupaten Luwu Timur yang dimana beberapa kabupaten yang ada di Indonesia mengizinkan pengarakan Ogoh-ogoh.

“Kenapa di Kabupaten Luwu Timur tidak diizinkan pengarakan Ogoh-ogoh padahal daerah lain diizinkan. Kami hanya ingin merawat dan melestarikan tradisi maupun budaya kami dengan tidak melepaskan prosedural yang ada. Kami juga akan memperketat prokes dan keamanan agar mampu mengantisipasi pengumpulan massa yang membludak,” kata Komang Jordi Mahasiswa Asal Kota Palopo.

“Jangan pernah diskriminasi dalam setiap pengambilan kebijakan dan enggan untuk mendengar aspirasi masyarakat. Surat edaran PHDI kabupaten Luwu Timur sangat melukai semangat kebudayaan umat Hindu yang ada di Luwu Timur yang di mana seluruh lapisan masyarakat sangat menanti momentu hari raya Nyepi ini,” ucap Komang Jordi.

Previous Post Next Post