Hasil Koordinasi Dinas PUPR Luwu dan Pihak BBPJN, Sore ini Finalisasi Pekerjaan Jembatan Miring Palopo
INSPIRASI TIMUR INDONESIA


LUWU
– Jembatan Sungai Battang atau lebih dikenal Jembatan Miring yang menjadi penghubung antar provinsi sekaligus menjadi batas administrasi antar wilayah Kota Palopo dengan Walmas, Kabupaten Luwu, sejak tiga pekan lalu ditutup lantaran mengalami kerusakan.

Akibat peristiwa itu, bagian abutment yang rusak pada jembatan pasca diterjang banjir bandang, mengakibatkan separuh dari bagian jembatan itu mengalami penurunan dan retak pada penghubung lintasan dengan ujung aspal jalan.

Seperti diketahui, Pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) melalui PT. Hutama Karya selama tiga pekan telah melakukan penanganan dan perbaikan jembatan. Bahkan telah dilakukan uji pembebanan pada jembatan tersebut.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Luwu terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak Balai Besar terkait perkembangan kondisi pekerjaan, termasuk dengan pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan.

Hal tersebut disampaikan Plt. Kadis PUPR Luwu, Ir. Ikhsan Asaad, melalui Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan, Ir. Usdin Iskandar.

"Jika tidak ada aral dan hambatan berarti PT. Hutama Karya rencananya akan melakukan finalisasi pekerjaan, pada hari ini Senin 22 November 2021," kata Usdin.


Dijelaskan Usdin, pihak rekanan yang ditunjuk oleh Balai akan merampungkan seluruh proses pekerjaan berupa pengaspalan bagian optrit yang menghubungkan ujung jalan dengan bibir jembatan.

“Benar, hari ini rencananya bagian optrit jembatan akan diaspal. Jika memungkinkan pada sore nanti Jemmir akan mulai dibuka untuk umum dengan sistem buka tutup kendaraan,” ujarnya.

Adapun teknis dari pelaksanaan pembukaan akses Jemmir ini, lanjut Usdin, tetap menunggu hasil koordinasi dengan pihak Lantas Luwu dan Kota Palopo.

Usdin juga menambahkan, untuk jenis kendaraan yang boleh melintas adalah dengan konfigurasi beban untuk Muatan Sumbu Terberat (MST) 8 Ton dengan jarak antar kendaraan yaitu 5 meter.

"Meski debit air Sungai Sumarambu sejak Ahad (21/11) sore kemarin, terlihat meninggi akibat hujan deras, namun tidak memberi dampak signifikan terhadap kondisi struktur Jembatan Miring," tuturnya.

Sebagai informasi, pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) rencananya akan mulai membuka akses Jembatan Miring terhitung sejak hari ini, Senin (22/11). Itu setelah sebelumnya dilakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan dari dua wilayah, yaitu Luwu dan Palopo. (*)


Previous Post Next Post