Kepala BPBD Lutim Laporkan Penemuan Lubang Raksasa Misterius di Dasar Danau Matano
INSPIRASI TIMUR INDONESIA


LUWU TIMUR
- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Timur, Muh Sabur melaporkan penemuan lubang raksasa terbentuk di dasar Danau Matano yang misterius dan harus segera diteliti oleh ilmuwan.

Hal tersebut disampaikan Muh Sabur saat memberikan sambutan mewakili Bupati Luwu Timur, dalam acara Sosialisasi Komunikasi, Informasi, Dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana Tahun Anggaran 2021 BPBD Luwu Timur, di Gedung Simpurusiang Malili, pada Selasa (26/10/2021) kemarin.

”Jadi ini secara tidak sengaja lubang raksasa itu tertangkap Radar KMP Opudi ketika berlayar di Danau menuju Desa Matano," ujar Sabur.

Ia mengatakan, tentu hal ini menjadi perhatian publik, apakah lubang besar ini sudah ada sejak danau ini terbentuk, atau itu adalah sebuah kawah, dan atau lubang itu terbentuk akibat tanah didasar Danau Matano runtuh akibat aktivitas gempa, mengingat sesar Matano berada di dasar Danau Matano.

”Saya pikir ilmuwanlah yang bisa menjawab misteri lubang besar di Dasar Danau Matano ini,” ungkap Sabur.

Sabur menyebut, dalam Tahun 2021 ini, Kabupaten Luwu Timur telah di guncang gempa sebanyak 111 kali. Olehnya itu tsunami sangat berpotensi terjadi di Danau Matano, karena yang dikhawatirkan akibat gempa dapat menciptakan patahan di Danau Matano.

”Patahan inilah yang bisa memicu terjadinya tsunami di Danau Matano,” tuturnya.

Sebagai informasi, BPBD Lutim berencana akan bekerja sama dengan PT Vale untuk melakukan mitigasi bencana gempa bumi pada bulan November mendatang. Mitigasi ini dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi bencana, dan warga sudah bisa bertindak menyelamatkan diri demi meminimalisir korban jiwa. 

Diketahui, Danau Matano merupakan danau tektonik yang berada di ketinggian 384 meter dari permukaan laut. Ini merupakan danau terdalam ke-8 di Asia Tenggara yang mempunyai kedalaman 519 meter.

Dalam acara Sosialisasi KIE Rawan Bencana ini, BPBD Luwu Timur menghadirkan Tenaga ahli BPBD Provinsi Sulsel, Leonardi Sambo, Prakirawan Cuaca BKG Luwu Utara, Ahmad Shirat Abu Bakar, dan 300 peserta perwakilan masing-masing Kecamatan di Kabupaten Luwu Timur. (*/Ben)


Previous Post Next Post