SPACE PANJANG

 




 


PALOPO – Jelang hari raya Idul Adha 1442 Hijriah,  petugas kesehatan hewan dari Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, memeriksa kesehatan hewan kurban jenis Sapi di beberapa tempat peternakan dan penjualan hewan kurban.

Pemeriksaan yang dilakukan petugas meliputi pemeriksaan mata, mulut dan gigi, selain itu petugas juga memeriksa umur hewan kurban. mengingat hewan kurban yang belum cukup umur tidak dapat diperjual belikan.

Saat pemeriksaan hewan kurban, petugas menemukan satu ekor Sapi yang tidak layak jual untuk kurban karena mengalami luka.

“Kami menemukan 1 ekor Sapi yang tidak layak jual untuk kurban karena mengalami luka kemungkinan kena tanduk saat dalam pengangkutan, sehingga pincang jadi tidak layak secara syariah dijual untuk kurban,” kata Burhanuddin, dokter hewan Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kota Palopo, saat dikonfirmasi, Selasa (13/07/2021).

Lanjut Burhanuddin, dengan ditemukannya kasus tersebut pihaknya telah menyampaikan ke pedagang untuk tidak dijual.

“Kami menyampaikan ke pedagang untuk tidak dijual dan itu sudah diindahkan. Jika ada hal atau kasus seperti ini kami akan mengecek ulang agar tidak dijual,” ucap Burhanuddin.

Kepala Dinas Pertanian,Peternakan dan Perkebunan, Kota Palopo, Muh Ibnu Hasyim mengatakan dimasa pandemi Covid-19 ini petugas yang turun ke lapangan melakukan pemeriksaan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Dalam pengecekan ante mortem hewan kurban petugas tetap menerapkan prokes Covid-19 seperti menggunakan masker, menggunakan cairan pembersih atau handzanitiser agar hewan kurban dan petugas bebas dari penyakit,” ujar Ibnu.

Menurut Ibnu, dimasa pandemi covid-19 ini ketersediaan hewan kurban khususnya Sapi hanya 700 ekor saja sama seperti tahun lalu dan kondisinya hingga saat ini sehat.

“Hasil pemeriksaan sementara kondisi hewan kurban saat ini dinyatakan sehat, sementara ketersediaan pakan hijauan cukup tersedia dan melimpah,” tutur Ibnu.

Salah seorang pedagang Sapi Kurban, Rauf mengatakan selama pandemi Covid-19 persediaan stok sapi kurban menurun, padahal tahun tahun sebelumnya diatas 100 ekor. 

“2 tahun pandemi Covid-19 stok Sapi kurban hanya 70 ekor saja sama dengan tahun lalu. Kalau tahun lalu stok tersedia 70 ekor dan yang laku hanya 60 ekor, semoga tahun ini bisa laku semuanya,” jelas Rauf. 

Harga satu ekor Sapi kurban di kota Palopo saat ini mulai Rp12,5 juta dengan jumlah daging yang bisa diperoleh sekitar 80 kg, sementara harga tertinggi mencapai Rp15 juta dengan jumlah daging yang diperoleh mencapai 100 kg.

 

Previous Post Next Post