SPACE PANJANG

 





PALOPO - Perayaan ibadah Paskah umat Kristiani yang jatuh hari ini Minggu (04/04/2021) di Gereja Pniel,
  Kota Palopo,  Sulawesi Selatan berlangsung aman, lancar  dan kondusif.

Sejumlah aparat keamanan dari TNI  dan Polri dikerahkan di beberapa titik untuk menjaga di halaman maupun di luar gereja. 

Ratusan ummat kristiani terlihat menjalankan ibadah dengan khidmat  dan diajak bersuka cita meski dalam masa pandemi covid-19 dan ancaman pasca bom bunuh diri di makassar  sesuai dengan tema paskah tahun ini.

Pimpinan majelis Gereja Jemaat Palopo, Pendeta Fransiska S Paung mengatakan rangkaian perayaan Paskah yang dimulai Kamis Putuih, Jumat Agung, Sabtu Sunyi sampai hari ini semua berlangsung dengan baik.

“Situasi pandemi covid-19 di tahun ini `sekalipun masih mencekam tetapi perayaan Paskah berlangsung dengan baik tentu tidak lepas dari perhatian dan dukungan penjagaan dari berbagai pihak,,” kata Fransiska, saat dikonfirmasi di Gereja usai melaksanakan Ibadah, Minggu.

Menurut  Fransiska Paskah tahun ini sesuai dengan tema yaitu Bersukacitalah, karena Kristus bangkit dan juga aman.

“Bersuka cita karena ada rasa aman, ada rasa damai, rasa tenang sekalipun situasi pandemi dan ancaman bom beberapa waktu lalu terjadi tetapi jemaat bisa menikmati ibadah melalui pendampingan pihak keamanan TNI, Polri dan saudara-saudara lainnya yang bersedia dalam menjaga kami,” ucap Fransiska.

Pelaksanaan ibadah Paskah, terlihat sejumlah anggota TNI maupun Polisi yang menggunakan pakaian Dinas TNI maupunPolri.

Salah seorang pengurus jemaat majelis Gereja Jemaat Palopo yang juga anggota TNI Kapten CBA  Marten Luter  mengatakan perayaan Paskah tahun ini berjalan lancar berkat dukungan Pemerintah Kota Palopo, Dandim dan Kapolres.

“Kami bersyukur pelaksanaan ibadah berjalan khidmat, aman, damai dan lancar atas dukungan semua pihak yang telah memberikan jaminan keamanan, karena memang kita dituntut untuk meningkatkan ketaqwaan kita terhadap tuhan yang maha Esa dalam berfikir, bertindak dalam melaksanakan tugas,” ujar Marten.

Marten mengatakan, dalam beribadah dirinya tetap menggunakan pakaian lengkap TNI, yang menandakan siap selalu dalammenjaga NKRI.

“Jangan heran kalau ada teman Tni atau Polisi yang dalammelaksanakan ibadah menggunakan pakaian lengkap, karena kami adalah perwira jaga dan diperintahkan siaga satu yang berarti siap setiap saat,” tutur Marten.  

Kepala Bagian Operasi Polres Palopo, Kompol Sanodding mengatakan, sebanyak 250 personel melakukan pengamanan di 63 Gereja dalam Kota Palopo.

"Sebanyak 250 personel tersebar di 63 gereja untuk melakukan pengamanan, jadi kami perketat penjagaan di semua gereja, jumlah personel tiap gereja disesuaikan dengan kondisi jemaat di gereja," jelas Sanodding.

 

 

Previous Post Next Post