SPACE PANJANG

 




 

PALOPO - Gereja PNIEL Palopo, letaknya di Jalan Opu To Sappaile, Kelurahan Boting, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Gereja ini berdiri di tengah-tengah kota.

Gereja PNIEL didirikan pada masa kolonial Belanda tahun 1920, awalnya dibawa oleh misionaris Zending sebuah organisasi yang bergerak dalam penyebaran ajaran kristen Protestan.

Menurut Sekretaris Majelis Gereja Jemaat Palopo, Josef Juliaser Jusuf mengatakan awalnya di tahun 1913,  penginjil asal Belanda yang sandar di Pelabuhan Palopo, hanya singgah sebentar lalu meneruskan perjalanan ke Tana Toraja melalui Kecamatan Bastem, setelah dari Tana Toraja ia kembali ke Palopo, dimana Palopo saat itu adalah pusat pemerintahan Hindia Belanda.

“Mulai dari situlah ada yang ditugaskan melakukan penginjilan, nanti setelah tahun 1020 gereja PNIEL ini didirikan,” kata Josef, saat dikonfirmasi, Minggu (04/04/2021).

Josef mengatakan sebelum ada bangunan gereja, awalnya ibadah hanya dilakukan di rumah yang tak jauh dari gereja, sekarang jadi rumah jabatan pendeta. Sakramen baptisan kudus pertama kali digelar tahun  1921, tahun  inilah kemudian yang menjadi tahun pendirian Jemaat Kristen Palopo.

“Jadi setelah berdiri bangunan gereja, tahun 1921 jemaat berdiri,  sesuai dengan kesepakatan bahwa jemaat itu berdiri ketika orang mulai mengaku dalam istilah nasrani ditandai dengan Baptisan kudus, saat itu ada 5 orang dibaptis,” ucap Josef.

Bangunan gereja PNIEL dulunya beratap sirap, karena sudah usang dan lapuk sehingga pihak majelis menggantinya. Keaslian bangunan gereja masih nampak kokoh seperti pondasi batu kali dan dinding sebahagian namapak batu kali, selain itu bangunan ini terdiri atas 3 ruang utama yakni konsistory di bagian barat (tempat persiapan pelayanan gereja),  ruang umat yang terdapat mimbar, bangku jemaah dan lampu kristal yang berada di tengah,  dan balkon yang berfungsi pula sebagai menara berisi lonceng di sebelah timur.

Kini Gereja PNIEL telah berusia 101 tahun, sementara jemaatnya telah berdiri genap 100 tahun atau 1 abad (1921-2021).

“Jemaat Palopo tahun ini sudah mencapai 100 tahun diberi kesempatan untuk bersaksi demi kemuliaan Kristus semoga tahun ini  semakin diberkati,” ujar Fransiska S Paung, ketua Majelis Gereja Jemaat Palopo,

Gereja PNIEL telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya melalui Peraturan Wali Kota Palopo Nomor 6 Tahun 2014 tentang pelestarian dan pengelolaan cagar budaya. 

Bangunan ini menjadi simbol sejarah dan peradaban serta salah satu bentuk monumen keragaman masyarakat Palopo. Tak jauh dari Gereja PNIEL, terdapat Masjid Agung Luwu Palopo yang hanya diantarai oleh lapangan bola, sekitar 200 meter arah timur terdapat Masjid Jami Tua Kota Palopo yang dibangun sejak 1603 Masehi.

 

 

Previous Post Next Post