Terdampar di Muara dan Penuh Luka, Damkar Luwu Evakuasi Seekor Lumba-lumba ke Laut

SPACE PANJANG

 




 

LUWU – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Jumat (05/02/2021) siang, mengevakuasi seekor Lumba-lumba yang terdampar di sungai yang tak jauh dari bibir pantai, Desa Lamunre, Kecamatan Belopa Utara.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Luwu, Yermia mengatakan awalnya lumba-lumba tersebut ditolong oleh warga sejak malam tadi dan hingga Jumat (05/02/2021) pagi masih berada di sungai tersebut.

“Setelah mereka menghubungi tim kami di Damkar, petugas langsung ke lokasi untuk mengevakuasi guna penyelamatan lumba-lumba ke laut,” kata Yermia saat dikonfirmasi, Jumat (05/02/2021).

Menurut Yermia, Lumba-lumba dievakuasi ke laut untuk dikembalikan ke habitatnya.

“Lumba-lumba itu sudah dievakuasi ke tengah laut, namun hingga siang tadi kembali ke pantai dan masih berputar-putar di area pelabuhan Ulo-Ulo Belopa,” ucap Yermia.

Yermia menambahkan, Lumba-lumba dengan panjang 2 meter dan berat sekitar 170an kilo tersebut badanya mengalai luka-luka dan sudah mulai terkelupas.

“Sebagian badannya sudah luka-luka dan kulitnya sudah mulai terkelupas, kemungkinan akibat gesekan tiram di kayu mangrove saat terdampar di pantai dan terbawa arus ke dalam sungai,” ujar Yermia.

Hingga saat ini pihak Damkar dan warga masih memantau pergerakan Lumba-lumba yang masih berenang berputar-putar di area pelabuhan Ulo-Ulo Belopa.

“Kami masih memantau Lumba-Lumba tersebut, semoga kembali ke laut dalam tidak hanay berputar-putar disini,” jelas Yermia.

Sebelumnya warga Desa Lamunre, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu, dihebohkan dengan seekor lumba-lumba yang terdampar di sungai dekat jembatan desa tersebut.

Menurut Nilawati Muchlis, mengatakan dirinya kaget saat melihat ada Lumba-lumba terdampar di sungai.

“Kami kaget melihat ada lumba-lumba terdampar, kondisinya sudah kelelahan, juga nampak ada luka, menyedihkan melihat kondisinya jadi kami hubungi petugas Damkar untuk dievakuasi kembali ke laut karena berat,”  tutur Nilawati.


Previous Post Next Post